konsumsi suplemen vitamin bila ada
Surabaya (ANTARA) - Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyarankan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 yang dikarantina di rumah atau di rumah sakit darurat maupun rujukan sebaiknya tidak puasa Ramadhan sebab dikhawatirkan imun tubuhnya masih belum kuat dan lebih rentan terserang virus.

Ketua Bidang Hukum dan Humas DPP Persagi Andriyanto, di Surabaya, Kamis, mengatakan ODP dan PDP tersebut harus selalu mengkonsumsi makanan seimbang, tinggi anti oksida dan omega 3 serta banyak minum air panas dan herbal juga.

"Apalagi pasien yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 dan sudah dirawat di rumah sakit darurat atau rujukan, maka itu sudah jelas tidak boleh puasa," katanya.

Baca juga: Shaum dan Proses Biokimia Dalam Tubuh
Baca juga: Hindari makan-minum penyebab sakit tenggorok saat puasa
Baca juga: Puasa momentum tepat terapkan gaya hidup sehat


Menurut dia, di rumah sakit atau di ruang isolasi, menu yang disediakan harus punya prinsip diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP) kaya anti oksidan (Vitamin A/C/E/Selenium) dan kaya omega 3 sebagai anti inflamasi.

"Jumlah kebutuhan zat gizi tergantung usia, jenis kelamin dan kondisi umum penderita," katanya.

Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dikarantina di rumah, lanjut dia, diperbolehkan berpuasa Ramadhan. Tentunya dengan mengkonsumsi menu yang seimbang, perbanyak lauk pauk hewani terutama ikan laut, perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan, perbanyak minum minimal 8 gelas tiap hari.

"Selain itu, istirahat yang cukup, aktivitas ringan sebelum berbuka, konsumsi suplemen vitamin bila ada, dan minum-minuman yang hangat dan herbal," katanya.

Sedangkan orang lanjut usia yang rentan terhadap tertularnya COVID-19, apabila merasa sehat dan fit, maka dia boleh berpuasa. Akan tetapi bila mempunyai penyakit kronis, seperti DM, Gagal Ginjal, Jantung, Kanker, TBC, dan penyakit lainnya, maka dianjurkan tidak berpuasa.

Baca juga: Tiga langkah agar tubuh lebih sehat usai Ramadhan
Baca juga: Puasa bisa bikin tubuh sehat, tapi ada syaratnya
Baca juga: Puasa bisa sembuhkan sakit maag fungsional


 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2020