Ekspor perikanan Batam ke Singapura normal di tengah pandemi COVID-19

Ekspor perikanan Batam ke Singapura normal di tengah pandemi COVID-19

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, melepas ekspor ikan di Batam, Rabu (22/4). (Dok SKIPM Batam)

Alhamdulillah ekspor hasil perikanan Batam masih berjalan dengan baik
Batam (ANTARA) - Aktivitas ekspor hasil perikanan dari Kota Batam, Kepuluan Riau, ke Singapura tetap normal di tengah pandemi COVID-19 yang menyerang hampir di seluruh dunia.

"Di tengah keprihatinan bersama dengan adanya wabah Virus Corona seperti sekarang ini, Alhamdulillah ekspor hasil perikanan Batam masih berjalan dengan baik," kata Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Anak Agung Gede Eka Susila, dalam siaran pers di Batam, Kamis.

Ia menyatakan kegiatan ekspor tetap berjalan meski kebijakan circuit breaker atau karantina wilayah sudah berjalan sejak 31 Maret 2020 di Singapura.

Pihaknya mencatat volume ekspor hasil perikanan dari Januari sampai dengan 22 April 2020 sebesar 2.080.655 kg untuk komoditi mati dan 274.664 ekor untuk komoditi hidup dengan nilai Rp205,62 miliar.

Aktivitas Ekspor dari Batam dengan tujuan Singapura itu melalui dua Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Sagulung dan Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Belakang Padang.

Agung sempat melepas ekspor bersama hasil perikanan Batam di Depo Peti Kemas PT Sinindo Express Batam, Rabu (22/4).

"Kami dari BKIPM-Batam KKP melepas ekspor bersama hasil perikanan Batam dengan tujuan ke tiga Negara yaitu Jepang, China dan Singapura," kata dia.

Volume hasil perikanan yang diekspor sebesar 60.733 kg komoditi mati dan 3.945 ekor komoditi hidup dengan nilai Rp2,177 miliar.

Hasil perikanan tersebut berasal dari 8 Unit Pengolah Ikan di Batam.

Agung menyampaikan jenis komoditi yang diekspor di antaranya Dried Shrimp Shell Meal (Food Grade) dan Valueadded Breaded Shrimp tujuan Jepang, Dried Seaweed tujuan China, Sirip Hiu Kering tujuan Singapura melalui Pelabuhan Batu Ampar.

Sedangkan untuk jenis komoditi segar di antaranya ikan kerapu, tenggiri, kakap merah, ekor kuning, kaci, brownstripe snapper, bawal hitam, dingkis, talang, selar, kurisi, ikan kembung, ikan sebelah dan udang vanamei.

Kemdian komoditi hidup di antaranya kepiting, rajungan, Kerang, gong gong, betutu, udang belalang, lobster air tawar.

Agung menegaskan, akan terus melakukan upaya menggenjot kinerja ekspor hasil perikanan di Batam dengan menjemput bola dan berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelaku usaha di bidang perikanan.

Baca juga: Luhut siapkan rekomendasi kebijakan sektor kelautan hadapi COVID-19
Baca juga: Indonesia ekspor produk perikanan senilai Rp13,3 miliar

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pentingnya Sertifikat Hazard untuk ekspor komoditas perikanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar