Bantuan JPS bagi 70 ribu warga Mataram mulai didistribusikan

Bantuan JPS bagi 70 ribu warga Mataram mulai didistribusikan

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan secara simbolis paket bantuan jaring pengaman sosial (JPS) COVID-19. ANTARA/HO-Protokol Pemkot Mataram)

diberikan selama enam bulan ke depan
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mulai melakukan pendistribusian 70 ribu paket bantuan jaring pengaman sosial (JPS), untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin memenuhi kebutuhannya akibat dampak ekonomi wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Puluhan ribu paket bantuan JPS tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, sekaligus dilakukan pelepasan secara simbolis distribusi paket bantuan JPS COVID-19 untuk wilayah Kota Mataram, di aula Pendopo Wali Kota Mataram, di Mataram, Kamis.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dalam kesempatan itu mengatakan, paket bantuan JPS yang diterima masing-masing kepala keluarga (KK) berisi beras 10 kilogram, 10 butir telur, 1 liter minyak goreng, 1 kaleng sarden, 4 bungkus biskuit, 1 kilogram gula, sabun cair dan sabun batas 1 bungkus dengan nilai per paket Rp250 ribu.

"Bantuan JPS bagi warga Kota Mataram akan diberikan selama enam bulan ke depan," katanya.

Baca juga: NTB alokasikan Rp80 miliar untuk warga miskin atasi dampak COVID-19
Baca juga: 60.000 warga Mataram terdampak COVID-19 akan dapat bansos


Wali kota mengatakan, penanganan sekitar 70 ribu KK masyarakat Kota Mataram penerima JPS, merupakan kolaborasi antara intervensi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram.

"Khusus intervensi dari Pemerintah Kota Mataram sekitar 26 ribu KK, dan 44 ribu KK ditangani pemerintah pusat dan provinsi," katanya.

Dalam kesempatan itu, wali kota menyampaikan terimakasih kepada gubernur dan semua pihak, yang telah berpartisipasi menyalurkan bantuan kepada masyarakat untuk penanganan dampak dari COVID-19 di Kota Mataram.

Wali kota melaporkan perkembangan COVID-19 Kota Mataram, jumlah positif sebanyak 44 orang, dari tujuh klaster, jumlah meninggal 2 orang, sembuh 4 orang, sedangkan yang lainnya masih dalam penanganan dan semua pasien dalam kondisi stabil.

Pemkot Mataram terus melakukan langkah-langkah penanganan COVID-19 dengan mengacu pada program pemerintah pusat. Yakni pencegahan dan penanganan, serta memberikan bantuan masyarakat terdampak dengan JPS dan stimulus.

"Saat ini kita juga terus fokus melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap klaster, dalam rangka pencegahan untuk memutus mata rantai COVID-19 di Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Pemprov Gorontalo siapkan JPS bagi warga terdampak COVID-19
Baca juga: Forkab Bitung harap pekerja perikanan masuk jaring pengaman sosial
Baca juga: Anni: Nelayan kecil harus dapat jaring pengaman sosial


Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dalam sambutannya sesaat sebelum penyerahan JPS secara simbolis mengatakan, bantuan JPS merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi beban hidup masyarakat miskin akibat wabah COVID-19.

"Bantuan JPS ini ada yang berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati menambahkan, pendistribusian JPS hari ini disalurkan dulu untuk dua kecamatan yakni Kecamatan Sandubaya dan Sekarbela, empat kecamatan lainya yakni Ampenan, Mataram, Selaparang dan Cakranegara dijadawalkan hari berikutnya.

"Setiap penerima JPS Kota Mataram, akan diberikan kartu sebagai bukti bahwa mereka penerima bantuan JPS, yang akan didistribusikan melalui masing-masing kecamatan," katanya.

Baca juga: Pemerintah bagikan sembako kepada 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta
Baca juga: Paket bantuan sembako pemerintah berisi beras sampai sabun mandi
Baca juga: Bantuan sembako untuk warga Jabodetabek disalurkan 20 April

 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov NTB intervensi angka kemiskinan masa pandemi dengan program bantuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar