Tarian Maudy Koesnaedy di pentas "Citraresmi" bisa ditonton pekan ini

Tarian Maudy Koesnaedy di pentas "Citraresmi" bisa ditonton pekan ini

Teater Tari Citraresmi (HO)

Jakarta (ANTARA) - Pementasan Teater Tari Citraresmi yang ditampilkan oleh Maudy Koesnaedi bisa disaksikan secara daring pada 25-26 April 2020 di laman www.indonesiakaya.com serta kanal YouTube Indonesia Kaya.

Pementasan Teater Tari Citraresmi yang akan ditayangkan merupakan rekaman pementasan yang digelar pada 1 November 2017 di Nu-Art Sculpture Park, Bandung yang digelar oleh Titimangsa Foundation bekerjasama dengan Mainteater dan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation.

Teater Tari "Citraresmi" karya Toni Lesmana mengangkat kisah mengenai Dyah Pitaloka Citraresmi dan tragedi Perang Bubat pada Tahun 1261 tahun Saka atau 1339 M, di Kawali, pusat dari Kerajaan Galuh yang disebutkan dalam karya sastra Kidung Sundayana, kitab Pararaton dan kitab Pusaka Pararatwan i Bhumi Jawa Dwipa.

Baca juga: Maudy Koesnaedy sempat jenuh perankan Zaenab

Baca juga: Maudy Koesnaedi terharu bisa kembali adu akting dengan Mak Nyak


Saat itu perempuan selalu diposisikan pada subordinat berabad-abad lamanya.

“Sosok Citraresmi yang ditampilkan oleh Maudy Koesnaedi mencerminkan keadaan perempuan pada masa itu," tutur produser pementasan Happy Salma dalam keterangan resmi, Kamis.

"Bersama para seniman perempuan lainnya, serpihan pergulatan jiwa Citraresmi saat terjadi Perang Bubat akan dihadirkan dalam seni peran, seni tari, dan seni suara sebagai satu kesatuan lakon sebagai bentuk pertunjukkan Citraresmi, dan juga merupakan satu sisi perwakilan kekuatan perempuan."

Citraresmi, putri dari Kerajaan Sunda, berangkat bersama rombongan kerajaan, didampingi ayahnya Maharaja Prabu Linggabuana dan ibunya Ratu Laralinsing untuk melangsungkan perkawinan dengan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang melamarnya.

Baca juga: Maudy Koesnaedi lebih senang lakoni seni pertunjukan

Baca juga: Rano Karno sempat kesulitan tulis naskah "Akhir Kisah Cinta Si Doel"


Tapi sesampainya mereka di Bubat tak ada sambutan dari sang peminang, malah Patih Gajah Mada, meminta Kerajaan Galuh menyerahkan Citraresmi sebagai upeti. Maharaja Prabu Linggabuana tidak terima. Dia memilih untuk berperang dengan pasukan seadanya, tanpa persenjataan yang lengkap, sebab hanya berniat mengantar calon pengantin.

Prabu Linggabuana memilih bertempur sampai tumpur daripada harus tunduk kepada Kerajaan Majapahit. Prabu Linggabuana beserta seluruh rombongan akhirnya gugur di medan Bubat.

Maudy Koesnaedi, yang memainkan Citraresmi, berharap penayangan teater tari ini bisa menjadi hiburan untuk orang-orang yang selama ini berdiam diri di rumah.

Selain menampilkan Maudy Koesnaedi, pementasan yang disutradarai oleh Wawan Sofwan ini juga menampilkan Miming Suwandi, Rinrin Candraresmi, Ida Rosida koswara, Ria Ellysa Mifelsa, Hanna Rosiana, Maudy Widitya, Wina Rezky Agustina, Dini Dian Anggraeni, Ulfa Yulia, dan Elfira Sofianni Putri.

Sebelum Teater Tari Citraresmi, pementasan Bunga Penutup Abad juga ditayangkan secara daring pekan lalu dan telah ditonton lebih dari 11.000 orang.

Baca juga: Tantangan Maudy Koesnaedi bermain wayang orang

Baca juga: Ajak milenial nonton wayang, "Sang Sukrasana" padukan seni digital

Baca juga: Wayang orang "Sang Sukrasana" ceritakan kekuatan rakyat dan kekuasaan

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Putu Wijaya raih Doktor Kehormatan bidang teater

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar