El Salvador sediakan pinjaman, subsidi gaji ringankan dampak COVID-19

El Salvador sediakan pinjaman, subsidi gaji ringankan dampak COVID-19

Seorang tentara El Salvador berbicara dengan seorang pria yang ditahan saat operasi militer sebagai bagian dari langkah keamanan yang diperintahkan oleh Presiden El Salvador Nayib Bukele untuk menjaga warga tetap berada di rumah saat karantina di seluruh negeri untuk mencegah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di La Libertad, El Salvador, Sabtu (18/4/2020). (REUTERS/JOSE CABEZAS)

San Salvador (ANTARA) - Pemerintah El Salvador menyediakan pinjaman lebih dari 500 juta dolar AS untuk pelaku usaha, bantuan subsidi gaji, dan program penyaluran pangan, demikian keterangan otoritas setempat, Kamis (23/4), seraya menjelaskan uang itu dianggarkan untuk meringankan dampak ekonomi akibat COVID-19.

Pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Nayib Bukele akan bekerja sama dengan asosiasi usaha guna mengamankan pendanaan paket bantuan yang nilainya lebih dari satu miliar dolar AS, kata menteri ekonomi dan menteri keuangan El Salvador.

Paket bantuan itu di antaranya terdiri dari pinjaman berbunga rendah dengan total nilai 360 juta dolar AS untuk usaha kecil dan menengah, dan 100 juta dolar AS untuk sektor usaha informal.

Bantuan itu juga akan digunakan sebagai subsidi gaji karyawan usaha bidang kecil dan menengah yang setara dengan pendapatan mereka tiap bulannya. Total subsidi gaji diperkirakan mencapai 140 juta dolar AS ditambah bantuan makanan tiap bulan sebesar 50 juta dolar AS.

Paket bantuan makanan dan subsidi gaji itu akan membantu 1,7 juta keluarga di El Salvador mencukupi kebutuhan pokoknya di tengah wabah.

"Gagasan di balik program ini, antara lain memberi suntikan likuiditas yang kita butuhkan karena kita tahu situasi saat ini merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha," kata Menteri Ekonomi Maria Hayem.

Walaupun demikian, paket bantuan dari pemerintah dan kebijakan penangguhan pajak masih menunggu persetujuan Kongres. Pemerintah El Sallvador berencana menangguhkan pungutan pajak sampai 30 Juni.

Otoritas kesehatan di El Salvador mencatat 250 kasus positif COVID-19 dan delapan di antaranya meninggal dunia.

Sumber: Reuters
Baca juga: El Salvador akan tindak lebih keras pelanggar karantina
Baca juga: Presiden El Salvador ancam pengemudi yang langgar aturan virus corona

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar