Harga emas jatuh 9,8 dolar, meski berpeluang terus naik di saat wabah

Harga emas jatuh 9,8 dolar, meski berpeluang terus naik di saat wabah

Ilustrasi: Emas berjangka (ANTARA FOTO)

Satu hal yang dapat menggagalkan reli emas adalah terobosan vaksin untuk COVID-19
Chicago (ANTARA) - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor menguangkan keuntungan, tetapi kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global dan langkah-langkah stimulus besar-besaran bank-bank sentral utama terus mendukung emas.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 9,8 dolar AS atau 0,56 persen menjadi ditutup pada 1.735,6 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka naik 7,1 dolar AS atau 0,41 persen menjadi 1.745,40 dolar AS per ounce pada Kamis (23/4/2020), setelah melambung 50,5 dolar AS atau 2,99 persen menjadi di 1.738,3 dolar AS di sesi sebelumnya.

Baca juga: Bursa saham Prancis ditutup jatuh, Indeks DAX 30 anjlok 1,30 persen

"Kami melihat aksi ambil untung jangka pendek di sini dalam emas," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan logam dasar di BMO.

"Namun, emas berada di dekat level tertinggi pergerakannya karena investor ritel dan institusional telah secara konsisten membeli ketika neraca global telah menggelembung dan prospek ekonomi global tetap sangat tidak pasti."

Wabah Virus Corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 2,7 juta orang secara global, telah mendorong negara-negara untuk memperluas penguncian guna mengurangi penyebarannya, sementara bank-bank sentral telah melepaskan gelombang langkah-langkah untuk membatasi korban keuangan.

Pada Kamis (23/4/2020) Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang bantuan virus corona senilai 484 miliar dolar AS, sementara para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket penyelamatan langsung sekitar 500 miliar euro.

Baca juga: Bursa saham Inggris merosot tajam, setelah naik 2 hari beruntun

Emas, investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas dari bank-bank sentral karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Emas terus mendapat manfaat dari campuran besar stimulus yang terlihat dari seluruh dunia. Juga harapan yang cukup tinggi bahwa kita tidak mendekati akhir dari stimulus (mendorong) perdagangan dan itu akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang," kata Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA.

"Satu hal yang dapat menggagalkan reli emas adalah terobosan vaksin untuk COVID-19."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 9,4 sen atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada 15,263 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 14,2 dolar AS atau 1,8 persen, menjadi menetap pada 773,8 dolar AS per ounce.

Baca juga: Bursa saham Spanyol berakhir anjlok, Indeks IBEX 35 jatuh 1,97 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Harga emas turun, namun naik bulan depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar