Jakarta (ANTARA) - Pelajar SMA Raffles Christian School Pondok Indah Jakarta Charlene Junus punya cara tersendiri untuk menyalurkan energi kreatifnya saat belajar di rumah, dengan membuat masker kain unik yang dilukis secara kreatif ala milenial.

Dari karyanya itu, ia berharap dapat menginspirasi banyak orang dan bisa mengantarkannya bertemu Presiden Jokowi.

Pelajar yang saat ini duduk di kelas 3 itu dalam keterangannya, Sabtu, mengatakan ingin mengajak anak muda tetap kreatif di saat pandemi COVID-19.

“Saya ingin menjadi influencer bagi pemuda lain di Indonesia dan di dunia, membuktikan kepada orang lain bahwa selama masa isolasi ini, kita masih dapat menemukan produk baru, menghasilkan ide-ide baru dan memulai tren baru,” kata Charlene.

Masker karya Charlene unik karena dilukis tangan dengan disain dan gambar-gambar yang menarik sehingga ia berharap pemakainya bisa tetap modis meskipun di saat pandemi.

Dari kegiatannya itu, ia ingin membentuk komunitas masker untuk amal dan berharap langkahnya bisa menjadi kampanye besar yang bermanfaat dan inspiratif.

Charlene bahkan ingin bertemu langsung dengan Presiden Jokowi dan membuatkan masker kreatif khusus untuk Kepala Negara.

Kini Charlene banyak membagikan dan
mempublikasi tutorial tentang cara melukis masker lewat media sosial instagram (@charlenejunusart) dan mengajak anak muda tetap bersemangat dan berkarya di saat wabah melanda.

“Anak muda harus kreatif dan inovatif, kita bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada bahkan menciptakan tren fesyen di saat wabah,” katanya.

Untuk membuat masker ala Charlene sangat mudah yakni hanya dengan bahan-bahan yang ada di rumah.

”Bahan yang saya gunakan untuk membuat masker ini sangat sederhana sehingga semua orang dapat mendapatkan dengan mudah. Ini adalah pensil untuk sketsa, masker kain dan cat kain,” katanya.

Baca juga: Disainer lokal diajak ikut gerakan produksi 100.000 masker kain
Baca juga: BRG berdayakan masyarakat tiga kabupaten Sumsel produksi masker
Baca juga: Kekurangan masker medis, perusahaan ini siap produksi 4 juta per bulan

 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Arief Mujayatno
Copyright © ANTARA 2020