Pesawat Hercules angkut bantuan alkes dan APD untuk Maluku Utara

Pesawat Hercules angkut bantuan alkes dan APD untuk Maluku Utara

Kepala Dinas Kesehatan Malut dr Idhar Sidi Umar selaku Koordinator Bidang Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku Utara di Ternate, Ahad (26/4/2020) menerima distribusi alkes dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat yang dikirim menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Seharusnya ada jadwal pesawat Hercules dikirim pada Sabtu (25/4) sore, tetapi ada kendala teknis sehingga baru bisa diterima pada AhadĀ ini melalui pesawat Hercules dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Ternate
Ternate (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan distribusi bantuan alat kesehatan (alkes) dan alat pelindung diri (APD) dari pemerintah pusat untuk disalurkan ke provinsi itu menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU.

"Bantuan ini dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat yang telah menyalurkan bantuan sebanyak 44 koli (2.200 pcs/potongan atau lembar) APD 'cover all' yang diserahkan untuk tim Gugus Tugas COVID-19 Malut," kata Kepala Dinas Kesehatan Malut dr Idhar Sidi Umar selaku Koordinator Bidang Penanganan COVID-19 di Ternate, Ahad.

Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat itu terdiri atas sebanyak 2.200 pcs dengan rincian Kabupaten Pulau Morotai 300 pcs, Kota Ternate 100 pcs, Pulau Taliabu 100 pcs, dan Dinkes 1.700 pcs.

Seharusnya, kata dia, ada jadwal pesawat Hercules dikirim pada Sabtu (25/4) sore, tetapi ada kendala teknis sehingga baru bisa diterima pada Ahad ini melalui pesawat Hercules dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Ternate.

Pesawat yang membawa bantuan alkes dari Kupang itu mendarat di Bandara Babullah Ternate sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIT.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Malut Muliadi Tutupoho mengakui untuk pengiriman specimen ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar menggunakan pesawat awal Hercules miliki TNI-AU juga sudah diterima.

Ia mengatakan untuk jumlah specimen yang diterbangkan ke Makassar menggunakan pesawat TNI-AU tersebut sebanyak 49 specimen.

"Saat ini, tim hanya bersifat menunggu hasil pemeriksaan 49 specimen yang telah dikirim untuk dilakukan pemeriksaan di BBLK Makassar dan menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil laboratorium," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Malut masih tetap 14 orang dan mereka saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Chasan Boesoerie Ternate bersama satu pasien positif COVID-19 asal Demak, Jawa Tengah dan dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Untuk dua pasien terkonfirmasi positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, Gugus Tugas menyebut saat ini para pasien itu menjalani karantina di Sahid Bella Hotel Ternate untuk status Orang Tanpa Gekala (OTG) sebanyak 28 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 22 orang, PDP sembilan orang dan tiga orang pelaku perjalanan dari daerah terjangkit.

Untuk hasil pemeriksaan "rapid test" sampai hari ini telah melakukan pemeriksaan kepada 1.189 orang dan diperoleh 81 orang di antaranya reaktif dari OTG 34 orang, ODP 26 orang, PDP dua orang dan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit mencapai 19 orang, serta 1.108 orang dengan hasil rapid tes nonreaktif,demikian Idhar Sidi Umar .


Baca juga: OTG istri-anak pasien positif COVID-19 dievakuasi ke RSUD Ternate

Baca juga: Gugus Tugas Pusat salurkan 3.000 APD ke Malut

Baca juga: Hingga masuk pandemi COVID-19, enam warga Malut meninggal akibat DBD

Baca juga: Untuk penuhi APD bagi tenaga kesehatan, IDI Malut galang donasi

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Diskumdag Pontianak pangkas rantai distribusi untuk stabilitas harga daging sapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar