Gubernur Khofifah pantau arus mudik di jalur tol Ngawi

Gubernur Khofifah pantau arus mudik di jalur tol Ngawi

Gubernur Jatim Khofifah didampinggi oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat memantau arus mudik dari daerah Jabodetabek di titik pintu keluar tol Ngawi, Minggu (26/4/2020). (ANTARA/Louis Rika/ It)

Ngawi (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau arus mudik dari daerah Jabodetabek yang merupakan zona merah penyebaran COVID-19 di jalur tol Ngawi sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah tentang larangan mudik.

"Terdapat delapan penyekatan untuk masuk wilayah Jawa Timur, salah satunya adalah cek poin di Ngawi ini. Sesuai laporan dari Dinas Perhubungan Jawa Timur, ini merupakan titik masuk Jatim yang paling ramai," ujar Gubernur Khofifah di sela kegiatan pengecekan di titik pintu keluar tol Ngawi, Minggu.

Menurut Khofifah, berdasarkan laporan dari Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, sejak larangan mudik berlaku, telah ada sebanyak 1.170 kendaraan yang melintas di delapan titik penyekatan atau cek poin untuk masuk wilayah Jawa Timur. Kendaraan-kendaraan tersebut diminta untuk putar balik ke daerah asal.

Baca juga: Khofifah pastikan PSBB di tiga daerah mulai 28 April

"Dari sebanyak 1.170 kendaraan tersebut, sekitar 550 unit kendaraan di antaranya dari cek poin Ngawi. Artinya di Ngawi ini menjadi pintu masuk utama Jatim yang sangat strategis," kata dia.

Pihaknya meminta kesadaran para pemudik untuk melakukan putar balik ke daerah asalnya demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Ada hal-hal yang dikecualikan dan tidak dikecualikan terkait larangan mudik. Yang termasuk dikecualikan misalnya angkutan urusan logistik, urusan telekomunikasi, dan kesehatan. Sedangkan yang tidak termasuk dikecualikan, maka diminta untuk melakukan putar balik," katanya.

Baca juga: Mufti Anam: Jatim memiliki modal bagus terapkan PSBB

Selain diminta putar balik, selama pemeriksaan petugas di titik cek poin, pemudik juga dimintai keterangan tentang daerah asal, kartu identitas hingga tes kesehatan. Pemudik juga diperiksa suhu tubuhnya dan diberi tanda kartu berupa orang dengan risiko (ODR).

Seperti diketahui, aparat gabungan melakukan penyekatan pada delapan titik pintu masuk wilayah Jawa Timur untuk mencegah gelombang arus mudik dari daerah Jabodetabek, yang merupakan zona merah penyebaran COVID-19.

Penyekatan juga bagian dari larangan mudik yang berlaku 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020. Adapun penyekatan dilakukan aparat gabungan dari Pemprov Jatim bersama Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Baca juga: Petugas sekat delapan titik masuk Jawa Timur

Delapan titik yang dijaga ketat tersebut meliputi perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Sarangan-Karanganyar, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Cek poin lainnya berada di Terminal Bus Kertonegoro Ngawi dan Terminal Bus Kembang Putih Tuban.

Gubernur menegaskan, pengecekan dilakukan mulai dari dokumen perjalanan, penggunaan masker, "physical distancing" hingga pemeriksaan suhu tubuh.

Dalam kegiatan memantau arus mudik tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, serta jajaran.
 

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Jatim kirim surat penolakan Omnibus Law ke Presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar