Polda Riau siagakan 60 pos pengamanan cegah warga mudik

Polda Riau siagakan 60 pos pengamanan cegah warga mudik

Posko pengamanan Polda Riau. (ANTARA/HO Humas Polda Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Kepolisian Daerah Riau menyiagakan 60 pos pengamanan yang tersebar di wilayahnya dan perbatasan dengan provinsi tetangga untuk mengantisipasi adanya arus mudik Idul Fitri 2020.

"Polda Riau tidak akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik sesuai aturan Permenhub," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dalam keterangan tertulis diterima Antara di Pekanbaru, Minggu.

Sunarto mengatakan selain menutup akses darat, Polda Riau juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menghentikan operasional pelabuhan laut dan bandara serta menghentikan penjualan tiket.

Baca juga: Bodebek memperpanjang PSBB 14 hari
Baca juga: Polresta Pekanbaru perketat pengawasan perbatasan cegah warga mudik
Baca juga: 527 personil terlibat patroli skala besar cegah COVID-19 di Pontianak


Setidaknya, upaya itu akan berlangsung sejak 24 April hingga 31 Mei 2020 mendatang. Ia menjelaskan, berdasarkan aturan Permenhub, kendaraan yang akan keluar atau masuk wilayah pada 24 April 2020 sampai dengan 7 Mei 2020 diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan.

Kemudian kendaraan yang akan keluar dan/atau masuk wilayah pada 8 Mei 2020 sampai 31 Mei 2020 diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan dan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

"Atas dasar aturan tersebut Polda Riau hingga tanggal 7 Mei mulai melakukan penyekatan bagi kendaraan yang akan masuk maupun keluar menuju Sumatera Barat. Dan mulai 8 Mei akan memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak patuh," jelasnya.

Hanya saja, Sunarto tidak menjelaskan secara rinci sanksi yang dimaksud. Dia juga belum menjawab pertanyaan Antara terkait sanksi yang dimaksud.

Polresta Pekanbaru sebelumnya juga telah mengambil langkah yang sama, yakni memperketat pengawasan di lima titik perbatasan untuk mencegah arus mudik baik itu kendaraan keluar dan masuk ke ibu kota provinsi Riau tersebut selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Tahap pertama petugas akan melaksanakan penyekatan di seluruh titik atau pintu perbatasan sebagaimana Permenhub mulai 24 April 2020 sampai 7 Mei 2020," kata Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Budhianda.

Baca juga: Petugas gabungan bagikan makanan sahur di Kamal Muara
Baca juga: 3.600 paket bahan pokok disalurkan Polresta Sidoarjo menjelang PSBB


Dia mengatakan dengan adanya pembatasan itu, maka setiap kendaraan yang keluar dan masuk akan langsung dihentikan dan diminta untuk kembali ke tempat asal.

Sementara pada tahap II, terhitung tanggal 8 Mei hingga 31 Mei 2020 akan kembali diberlakukan langkah yang sama. Setiap kendaraan yang kedapatan hendak keluar atau masuk ke Kota Pekanbaru akan langsung diminta kembali ke tempat asal.

Dia menuturkan hanya ada beberapa jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas selama pemberlakuan itu. Diantaranya adalah kendaraan pengangkut logistik atau barang kebutuhan pokok dan kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan.

"Selanjutnya kendaraan pengangkut petugas operasional, pemerintahan dan petugas penanganan pencegahan penyebaran 'corona virus disease' 2019 (COVID-19), kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah," jelasnya.

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Kepri ungkap sindikat perbudakan di atas kapal China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar