Bayi prematur di Iran berhasil sembuh dari corona

Bayi prematur di Iran berhasil sembuh dari corona

Wanita Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah penularan virus corona ketika mereka berjalan di Grand Bazaar di Teheran, Iran (20/2/2020) . ANTARA/WANA (Kantor Berita Asia Barat)/Nazanin Tabatabaee via Editor REUTERS/pri.

Istanbul (ANTARA) - Bayi yang lahir prematur dengan berat hanya 800 gram di Kota Yazd, Iran, berhasil sembuh dari virus corona.

"Virus corona jenis baru ditemukan pada Amir Arsalan, yang lahir 40 hari lebih cepat," kata wakil rektor Universitas Shahid Sadoughi Ilmu Kedokteran. Ia menambahkan bahwa sang ibu mengidap COVID-19.

"Hari ini berat badan bayi itu mencapai 1.200 gram... baik bayi maupun sang ibu telah sembuh dari penyakit tersebut," katanya.

Menurut standar kesehatan dunia, bayi normal yang lahir tepat waktu memiliki bobot antara 2,5 - 4,5 kilogram.

Di Iran, COVID-19 pertama kali terdeteksi di Kota Qom pada 19 Februari dan kemudian menyebar hingga ke seluruh negeri. Sejauh ini, sedikitnya 5.710 orang meninggal akibat virus corona dan lebih dari 90.000 orang terinfeksi.

Pihak berwenang sejak 11 April secara bertahap mengizinkan pembukaan kembali kegiatan usaha, yang sebelumnya ditutup sebagai bagian dari langkah untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Akan tetapi, masjid tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan otoritas juga telah memerintahkan makanan untuk berbuka puasa harus dibatasi hanya bagi keluarga dekat.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran berencana buka kembali masjid di area bebas corona

Baca juga: Pusat berbelanjaan kembali di buka di Iran ditengah pandemi corona

Baca juga: Satelit militer perdana Iran sukses mengorbit


 

Terkini COVID-19: 1.107 dari 8.882 kasus sembuh

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar