IBM bantu kembangkan teknologi distribusi pasokan alat kesehatan

IBM bantu kembangkan teknologi distribusi pasokan alat kesehatan

Dokumentasi - Seorang pria berdiri di dekat logo IBM di Mobile World Congress di Barcelona, ​​Spanyol, Senin (25/2/2019). ANTARA/REUTERS/Sergio Perez/am.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi IBM Indonesia menyerahkan aplikasi berbasis komputasi awan untuk digunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 agar memudahkan organisasi dalam melacak distribusi dan ketersediaan alat kesehatan.

“Wabah virus corona ini mengakibatkan ketidakpastian, kami ingin membantu Pemerintah dan BNPB untuk menangani pendistribusian logistik alat-alat kesehatan yang dapat dilakukan tepat sasar," kata Presiden Direktur IBM Indonesia, Tan Wijaya, dalam keterangan pers, dikutip Selasa.

Aplikasi ini memberikan analisis data berbasis web, dikembangkan dan disimpan menggunakan Platform as a Service dari IBM. Aplikasi akan memberikan pemberitahuan bila ada barang yang dibutuhkan oleh institusi kesehatan sehingga tim relawan bisa memastikan ketersediaan dan mempersiapkan alat yang dibutuhkan.

IBM Institute of Business Value dalam laporan berjudul "COVID-19 and Shattered Supply Chains" menyoroti penurunan dalam rantai pasokan di seluruh dunia dalam situasi krisis pandemi virus corona, termasuk untuk sektor kesehatan.

Dalam hal distribusi peralatan medis, situasi krisis kesehatan seperti sekarang ini mengakibatkan pasokan kebutuhan tidak bisa diprediksi lebih awal. Sementara itu, pelacakan barang secara manual bisa menjadi kurang akurat sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk melacak secara akurat.

Organisasi seperti BNPB bisa jadi menghadapi tantangan dalam mengatur distribusi alat kesehatan, apalagi kondisi geografis Indonesia yang luas juga menimbulkan kendala lain dalam pengiriman barang.

Aplikasi berbasis cloud yang dikembangkan IBM tersebut dapat membantu Gugus Tugas untuk mengakses ketersediaan barang, pergerakan barang serta memastikan institusi kesehatan menerima bantuan dalam jumlah yang sesuai dan tepat waktu.

Aplikasi ini mampu mengurangi waktu pelacakan dan pencatatan data secara manual serta mengurangi tingkat kesalahan karena dapat dilihat kapan saja.

Aplikasi tersebut akan ditempatkan pada situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk logistik.



Baca juga: Vatikan setuju regulasi AI

Baca juga: IBM pakai "sweater" untuk komponen baterai

Baca juga: Samsung kalahkan IBM untuk paten terbanyak

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

UGM perkenalkan alat deteksi COVID-19 GeNose kepada Sultan HB X

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar