Perusahaan daur ulang ini dapat dana tanggulangi sampah plastik

Perusahaan daur ulang ini dapat dana tanggulangi sampah plastik

Pekerja menjemur potongan sampah plastik untuk diolah dan didaur ulang kembali di Gampong Jawa, Banda Aceh, Aceh, Minggu (22/3/2020). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.

Ketahanan infrastruktur penting seperti sampah dan daur ulang harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan dan mata pencaharian masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Salah satu perusahaan Indonesia yang fokus pada daur ulang sampah plastik, PT Tridi Oasis Group mendapatkan suntikan dana dari perusahaan manajemen investasi yang berbasis di Singapura, Circulate Capital Ocean Fund (CCOF), guna menanggulangi krisis sampah plastik di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Investasi CCOF senilai total 6 juta dolar AS itu diberikan juga ke perusahaan daur ulang plastik asal India.

"Ketahanan infrastruktur penting seperti sampah dan daur ulang harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan dan mata pencaharian masyarakat kita. Dengan berinvestasi di usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengurangi polusi plastik dan memajukan ekonomi sirkular, kita dapat membangun bisnis berkelanjutan yang dapat bertahan melalui saat-saat krisis," kata CEO Circulate Capital Rob Kaplan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dana investasi tersebut didukung oleh beberapa perusahaan terkemuka dunia, termasuk PepsiCo sebagai investor pertama; Procter & Gamble; Dow; Danone; CHANEL; Unilever; The Coca-Cola Company; dan Chevron Phillips Chemical.

Masing-masing investor tersebut tidak hanya memberikan modal, tetapi juga memberikan kontribusi dalam hal keahlian teknis dan pengadaan untuk membantu skala portofolio dan mendorong dampak yang maksimal.

Investasi yang dilakukan melalui CCOF diharapkan akan membantu dalam membangun pasar dan rantai plastik sirkular, yang dapat mencegah polusi plastik dan mendukung masyarakat setempat.

Selain itu, Circulate Capital pun mendukung perusahaan agar dapat mengelola konsekuensi yang mereka alami, sebagai dampak dari situasi krisis COVID-19 yang tengah terjadi saat ini, seraya menyediakan akses terhadap kredit jangka pendek bila memungkinkan.

Pinjaman yang diberikan kepada Tridi Oasis pun dijamin 50 persen oleh U.S. International Development Finance Corporation (IDFC), bekerja sama dengan Badan AS untuk Pembangunan Internasional guna mendorong investasi di rantai daur ulang.

Hal ini dilakukan untuk memerangi pencemaran sampah plastik laut, sekaligus meminimalkan risiko dari investasi tersebut dan mendemonstrasikan sebuah upaya pembiayaan campuran (blended finance).

CEO Tridi Oasis Dian Kurniawati meyakini pihaknya bisa berkontribusi besar dengan menyediakan pekerjaan lokal dan mencegah polusi, dengan mengubah sampah plastik di jalan dan pantai menjadi berbagai produk yang berharga.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan Circulate Capital untuk meningkatkan kapasitas kami dalam mendaur ulang sampah plastik lokal, menumbuhkan basis pelanggan kami dan bermitra dengan berbagai perusahaan manufaktur internasional maupun lokal (termasuk para investor Circulate Capital)," kata Dian.

Ia juga berharap kerja sama itu dapat menambah variasi dari produk guna meningkatkan dampak positif serta mencegah lebih banyak plastik agar tidak berakhir di tempat yang bukan semestinya.

Tridi Oasis sendiri memiliki spesialisasi dalam mendaur ulang botol polietilena tereftalat (PET) menjadi serpihan PET daur ulang (PET), yang digunakan untuk memproduksi kemasan daur ulang dan tekstil.

Baca juga: Gotong royong skala besar dan inovasi perangi sampah plastik
Baca juga: Indonesia luncurkan rencana aksi radikal untuk kurangi sampah plastik
Baca juga: Hari sampah nasional, TNI kenalkan alat pengolah limbah plastik


Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BKSDA Sultra kumpulkan 100 kg sampah plastik di Air Terjun Moramo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar