Pembelian bahan makanan melalui e-commerce meningkat saat COVID-19

Pembelian bahan makanan melalui e-commerce meningkat saat COVID-19

Karyawan Bulog menunjukkan situs belanja daring ipanganandotcom di gudang Bulog Medan, Sumatera Utara, Senin (27/4/2020). Untuk mendukung kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat beraktivitas di luar rumah akibat merebaknya COVID-19, Perum Bulog menyediakan kemudahan layanan belanja daring kebutuhan bahan pokok yang akan diantar langsung ke rumah konsumen. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/aww.

Terjadi peningkatan 11,3 persen dalam pembelian barang groceries seperti daging, buah, dan sayur melalui aplikasi
Jakarta (ANTARA) - Pembelian barang bahan makanan atau groceries melalui perdagangan daring (e-commerce) di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan.

"Terjadi peningkatan 11,3 persen dalam pembelian barang groceries seperti daging, buah, dan sayur melalui aplikasi," papar Head of Communication, Hi-Tech, and Media Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo dalam diskusi bertema MarkPlus Industry Roundtable E-commerce and Application (Tech) Industry Perspective di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan untuk kelas daring juga mengalami peningkatan sebesar 13,7 persen, donasi secara daring meningkat 10,5 persen, dan obat-obatan sebanyak 5,6 persen.

"Secara keseluruhan, kategori dengan peningkatan pembelian di e-commerce paling tinggi adalah pada produk groceries, package food dan health medicine," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, pengunduhan aplikasi baru sejak diterapkannya kerja dari rumah atau work from home (WFH) juga meningkat.

Ia memaparkan sebanyak 71 persen orang download aplikasi baru selama pandemi COVID-19, karena masyarakat mau mengisi waktunya dengan hal berkualitas yang mendukung WFH, dan mengunduh aplikasi yang berisi info terkini tentang COVID-19.

"Aplikasi yang paling banyak diunduh salah satunya e-commerce sebesar 48,9 persen," paparnya.

Dalam kesempatan sama, Founder and Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan menilai bahwa meskipun ekonomi sedang berada di masa krisis, e-commerce menjadi salah sektor yang paling maju karena pemanfaatan teknologi digital.

"E-commerce ini sedang growing dan melakukan hal yang benar dengan arah menuju digital, tetapi itu tidak akan terus menerus, tetap harus servicing untuk mendapatkan brand yang bagus dan preparing untuk next normal," katanya.

Baca juga: Criteo: Penjualan online meningkat di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: Bisnis startup e-commerce, kesehatan dan edutech berpeluang untung
Baca juga: Ramadhan ini, Tokopedia geser fokus dari selebrasi jadi solusi pandemi

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI tarik enam uang lama, nilainya fantastis di lapak e-commerce

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar