Pertamina sulap lapangan bola Simprug jadi rumah sakit COVID-19

Pertamina sulap lapangan bola Simprug jadi rumah sakit COVID-19

Progres pembangunan rumah sakit darurat untuk rujukan COVID-19 di bekas lapangan sepak bola Simprug, Jakarta Selatan. ANTARA/HO-PT Pertamina (Handout PT Pertamina)

di rumah sakit ini disediakan pula fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor
Jakarta (ANTARA) - Pertamina menyiapkan lapangan bola Simprug di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, yang disulap menjadi rumah sakit rujukan COVID-19 di atas lahan lapangan seluas 22.700 meter persegi.

Vice President Corporate Communication Petamina Fajriyah Usman di Jakarta, Kamis, menyatakan, rumah sakit darurat COVID-19 di lapangan bola Simprug merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP.

“Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes” jelas Fajriyah.

Menurut Fajriyah, rencananya RS Darurat COVID-19 ini memiliki kapasitas 300 bed yang terdiri dari 153 bed non ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU dan 10 Bed IGD, dan yang utama adalah bahwa seluruh ruangan di RS Darurat COVID 19 ini di lengkapi negative pressure dan filter hepa sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

Fajriyah menambahkan, rumah sakit darurat ini tetap menyiapkan fasilitasnya untuk memberikan layanan yang prima.

Walaupun darurat, fasilitas yang dibangun mengikuti standard rumah sakit pada umumnya, dari mulai ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium(PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi, hingga ruang dekontaminasi.

“Dalam rumah sakit ini disediakan pula fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor,” imbuh Fajriyah.

Dalam pekerjaannya, rumah sakit ini sudah memasuki progres pekerjaan 35 persen sejak awal dimulainya pekerjaan pada 22 April 2020, dan direncanakan mulai beroperasi pada 1 Juni 2020.

Konstruksi pembangunan rumah sakit darurat dilaksanakan oleh Patra Jasa, sementara pengadaan fasilitas kesehatan dan perlengkapan rumah sakit modular ini, termasuk penyediaan SDM untuk tenaga medis dilakukan oleh Pertamina Bina Medika IHC.

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ini Alasan Pertamina Berencana Hentikan Penjualan BBM Jenis Premium

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar