Hari Buruh, ini lagu-lagu yang menyuarakan perjuangan pekerja

Hari Buruh, ini lagu-lagu yang menyuarakan perjuangan pekerja

Ilustrasi - Ratusan pekerja dari beberapa aliansi buruh memadati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada peringatan Hari Buruh Sedunia, Rabu (1/5/2019). ANTARA/Genta Tenri Mawangi/am.

Jakarta (ANTARA) - Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day, biasanya diramaikan oleh aksi turun ke jalan oleh para buruh yang memperjuangkan haknya.

Tak harus turun ke jalan, sejumlah musisi juga ikut menyuarakan suara yang mungkin saja tidak terdengar melalui lagu-lagunya.

Terdapat sejumlah lagu yang dapat didengarkan dan diresapi maknanya untuk menyuarakan dan mengiringi perjuangan kaum buruh, berikut ulasannya.

"Working Class Hero" oleh John Lennon
Lagu "Working Class Hero" diciptakan oleh musisi besar Amerika Serikat, John Lennon pada tahun 1970.

"Working Class Hero" lahir di tengah ledakan gerakan politik kiri di tahun 1960-an dan 1970-an, dari gerakan hak-hak sipil, antiperang Vietnam, hingga kebangkitan kiri-baru (new-left).
Bernuasa heroik dan revolusioner, lagu ini seakan menjadi penyemangat sendiri bagi para pekerja dan buruh yang terus abadi hingga kini.

Baca juga: Hari Buruh, asosiasi ojol ajak semua pihak bersatu lawan dampak Covid

Baca juga: Hari Buruh momentum untuk bergandeng tangan bangkitkan ekonomi


"PHK" oleh Iwan Fals
Iwan Fals memang dikenal vokal untuk menyuarakan berbagai isu sosial lewat lagu-lagunya, termasuk perjuangan buruh di lagu "PHK" yang rilis pada tahun 1987.

"Pesangon yang engkau kantongi. Tak cukup redakan gundah," kata Iwan melalui penggalan lirik lagunya.

Penggalan lirik lagu tersebut seakan mewakili keresahan para buruh saat mendapatkan pesangon setelah menerima surat pemutusan hubungan kerja.

"Marsinah" oleh Marjinal
Band beraliran punk/rock Marjinal yang dibentuk pada tahun 1997 memiliki lagu berjudul "Marsinah", yang terinspirasi dari perjuangan aktivis dan buruh perempuan.

Marsinah adalah seorang aktivis dan buruh pabrik di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur yang diculik dan kemudian ditemukan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah menghilang selama tiga hari.
Mayatnya ditemukan di hutan, dusun Jegong, desa Wilangan dengan tanda-tanda bekas penyiksaan berat.

Sebelum hilang, ia terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut. Pada 5 Mei 1993, Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.

"Warning" oleh Green Day
Green Day merupakan band rock/punk yang terbilang cukup gamblang dan kritis terhadap isu dan kesenjangan sosial di lagu-lagunya.

Melalui "Warning" yang rilis pada tahun 2000, Green Day menyindir bagaimana sistem sosial ada dan manusia harus hidup tanpa adanya "peringatan" sebelumnya.

Album berjudul sama memuat lagu-lagu yang rebelious dan merupakan salah satu album Green Day yang dinilai bagus di kalangan kritikus musik, walaupun tidak terlalu sukses secara komersial.

"Jemu" oleh Koes Plus
"Jemu" adalah sebuah lagu yang diciptakan oleh Yok Koeswoyo dan dinyanyikan oleh grup musik Koes Plus dan pertama kali muncul di album In Hard Beat pada tahun 1976.

Lirik dari lagu ini menceritakan dan menggambarkan beratnya bekerja siang dan malam untuk mencari uang. Penggalan lirik "kerja keras bagai kuda" pun sempat viral beberapa waktu lalu di kalangan warganet.

Lagu "Jemu" ditempatkan pada peringkat ke-100 dalam daftar "150 Lagu Indonesia Terbaik" versi majalah Rolling Stone Indonesia yang diterbitkan pada Desember 2009.

Baca juga: Green Day batalkan tur Asia karena virus corona

Baca juga: PH Koes Ploes Diburu di Jalan Surabaya

Baca juga: "Isolation" Lennon dari Johnny Depp, untuk yang terkarantina corona

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

May Day, KSPI bagikan ratusan APD ke sejumlah rumah sakit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar