Cak Imin: Stimulus untuk industri orientasi ekspor dan padat karya

Cak Imin: Stimulus untuk industri orientasi ekspor dan padat karya

Foto Dok - Ketua Umum PKB A Muhaimmin Iskandar atau Cak Imin memenuhi panggilan KPK hadir sebagai saksi untuk tersangka HA terkait kasus suap proyek Kementerian PUPR TA 2016 di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Utang kepada pekerja adalah yang pertama harus dilunasi, baru utang kepada bank
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan dalam momentum hari buruh yang diperingati setiap 1 Mei, pemerintah lebih memprioritaskan bantuan stimulus untuk industri berorientasi ekspor dan padat karya.

Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, juga mengatakan bantuan stimulus pemerintah untuk dunia industri itu harus diberikan tepat sasaran, karena industri yang membutuhkan stimulan di tengah bencana pandemik virus Corona (COVID-19) kini ada banyak, tapi anggaran yang dimiliki untuk pemberian bantuan stimulus itu terbatas.

"Dukungan pemerintah untuk mempertahankan industri harus betul-betul tepat sasaran. Yang perlu diprioritaskan itu adalah industri berorientasi ekspor dan padat karya. Kenapa ekspor? Karena mereka menghasilkan devisa bagus untuk APBN kita. Kenapa padat karya? Ya karena tenaga kerjanya banyak, digantungi banyak orang," ujar Cak Imin dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: PKB dorong pemerintah mobilisasi tenaga medis di daerah rentan corona

Setelah mendapat stimulasi berusaha dari pemerintah tersebut, Wakil Ketua DPR RI itu juga meminta industri yang sudah dibantu pemerintah kemudian lebih mendahulukan hak pekerja dibandingkan melunasi utang kepada bank.

"Utang kepada pekerja adalah yang pertama harus dilunasi, baru utang kepada bank," ujar Cak Imin.

Dalam pernyataannya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2009-2014 itu menceritakan kenang-kenangan yang ia miliki terkait hari buruh.

"Saat saya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014), saya pahami betul sejarah 1 Mei itu. Saat itu, pekerja menuntut 8 jam kerja per hari, untuk melindungi mereka dari eksploitasi bekerja tanpa batasan waktu," ujar Cak Imin.

Ia mengatakan jika dirinya pun kemudian menyampaikan permintaan buruh tersebut kepada Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2012.

"Eh dikabulkan. Tahun 2013 diresmikan. Senanglah, jadi ada kenang-kenangan buat pekerja. Ada pengakuan eksistensi dan sejarah mereka. Penting ini secara sosial politik," lanjut Cak Imin.

Baca juga: Cuitan Cak Imin soal Surabaya, Rokhmin: Harus jujur dan objektif

Akhirnya sampai kini kebijakan 8 jam kerja menjadi standar global yang mengikat semua pihak.

Cak Imin mengatakan momentum hari buruh kali ini memang diperingati dengan sedikit memprihatinkan, karena dampak yang ditimbulkan pandemik virus Corona (COVID-19).

Namun, Cak Imin percaya jika spirit hari buruh tidak akan pernah luntur. Untuk itu, ia meminta buruh tetap optimistis bahwa bencana ini bisa segera dilewati.

"Selamat Hari Buruh 1 Mei. Tetap optimistis ya teman-teman pekerja. Ekonomi insya Allah akan membaik dalam 2-3 bulan mendatang," ucap Cak Imin.

Baca juga: KPK konfirmasi Cak Imin terkait pengakuan Musa Zainuddin

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penjelasan Cak Imin usai dipanggil penyidik KPK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar