Kendati kondisi di tengah pandemi COVID-19, nilai investasi pada triwulan pertama mampu mencapai Rp3,7 triliun atau melebih target yang ditentukan sebesar Rp1,1 triliun,
Batang (ANTARA) - Nilai investasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama Januari hingga Maret 2020 (triwulan pertama) mencapai sekitar Rp3,7 triliun, kata Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih.

"Kendati kondisi di tengah pandemi COVID-19, nilai investasi pada triwulan pertama mampu mencapai Rp3,7 triliun atau melebih target yang ditentukan sebesar Rp1,1 triliun," katanya di Batang, Jumat.

Menurut dia, pencapaian nilai investasi tersebut berasal dari ada 10 perusahaan penanam modal asing (PMA) dan penanam modal dalam negeri (PMDN).

Baca juga: BKPM ungkap penyebab tingginya investasi Singapura di Indonesia

"PMA menyumbang Rp3,5 triliun dan PMDN sebesar Rp91,3 miliar. Jadi total investasi pada triwulan pertama sebesar Rp3,7 triliun," kata Sri Purwaningsih..

Sebanyak 10 perusahaan tersebut yaitu PT Centratama Menara Indonesia yang bergerak di bidang usaha telekomunikasi, CV Sidayu Medical Indonesia, Klinik Kesehatan, PT Raliga Ardiarya Mulya Lestari, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), PT Solusi Tunas Pratama, dan PT Surya Manila Grandia,

Kemudian PT Eka Surya Solusi yang begerak di bidang stone crusher, Khumaidi, PT Satria Safira Beton, Stone Crusher, PT Yumna Tiga Pilar, PT Bumi Batang Membara, dan gudang minyak pelumas bekas (oli).

Baca juga: Maluku Utara primadona investasi asing di timur Indonesia

"Semua perusahaan ini berada di kawasan industri yang telah disiapkan oleh pemkab, yaitu berada mulai dari pantura Kandeman hingga Gringsing," katanya.

 

Pewarta: Kutnadi
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2020