Tips belajar di rumah pakai Google Earth

Tips belajar di rumah pakai Google Earth

Google Earth perlihatkan ruang angkasa lewat aplikasi ponsel (Ant)

Jakarta (ANTARA) - Kegiatan bekerja dan belajar untuk sementara waktu harus dilakukan di rumah selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Banyak orang yang mengandalkan teknologi untuk belajar di rumah, sekaligus untuk mengobati keinginan untuk bepergian ke berbagai tempat. Google Indonesia membagikan tips belajar dari rumah memanfaatkan situs atau aplikasi Google Earth.

1. Mengukur dunia
Pengguna mungkin ingin tahu berapa jarak dari rumah ke kuil Machu Picchu di Peru, atau berapa kilometer jarak Hawaii ke Pulau Paskah.

Google Earth memiliki fitur alat ukur untuk mengetahui jarak antar lokasi, juga panjang jalur atau luas sebuah tempat. Pengguna bisa mengganti satuan ukuran, kemudian menghitung berapa lama jarak tempuh jika terbang, berjalan, berlari, berenang atau mendayung ke lokasi tersebut.

2. Saya lagi beruntung
Google Earth memiliki fitur "saya lagi beruntung", atau "I'm feeling lucky", untuk pengalaman memutar globe dan mendaratkan jari di tempat yang tidak terduga.

Untuk merasakan pengalaman ini, klik tombol dadu dan temukan tempat-tempat baru di berbagai belahan dunia.

3. Voyager
Google Earth memiliki fitur penjelajan Voyager untuk mengunjungi berbagai tempat menarik di dunia, termasuk taman nasional, mengetahui suara hewan, sampai berjalan-jalan ke luar angkasa.

Pertimbangkan juga memakai Street View untuk memainkan "cari benda yang kulihat" untuk mencari benda-benda yang secara online tersebar di lingkungan dekat rumah.

4. Situs edukasi
Orang-orang yang berkontribusi di fitur Voyager juga memiliki materi atau aktivitas online gratis di situs lain, yang menggunakan Google Earth. Pengguna bisa mengasah keterampilan geografis di situs National Geographic, atau memanfaatkan video dari World Explorer dan PBS Learning untuk belajar.

Jika tertarik dengan keanekaragaman bahasa, kunjungi Global Oneness Project, atau gunakan koleksi audio dari Google Earth Celebrating Indigenous Languages.



Baca juga: Google Earth perlihatkan ruang angkasa lewat aplikasi ponsel

Baca juga: Google gratiskan Meet untuk semua orang

Baca juga: Apple, Google akan rilis versi awal alat pelacak corona

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Saat aksi massal matikan lampu satu jam mampu perbaiki bumi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar