Akademisi: Perkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter

Akademisi: Perkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter

Akademisi Unsoed Wisnu Widjanarko (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Wisnu Widjanarko mengatakan Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 merupakan momentum memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter.

"Peringatan Hardiknas 2020 punya makna tersendiri, karena diperingati dalam kondisi pandemi dan juga memiliki hikmah tersendiri, salah satunya bisa memperkuat peran keluarga dalam pendidikan karakter," katanya di Purwokerto, Banyumas, Sabtu.

Dosen komunikasi keluarga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman itu menambahkan ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam pendidikan karakter.

"Setidaknya ada dua hal, yakni belajar tentang ketangguhan dan kepekaan, di mana keduanya merupakan karakter penting sebagai modal bagi sebuah keluarga untuk menjalani kehidupan," katanya.

Dia menjelaskan, orang tua dapat mengajarkan anak mengenai arti ketangguhan dengan memberi contoh bagaimana menjadi pribadi-pribadi yang tidak mudah menyerah.

Baca juga: Akademisi: puasa berkontribusi besar membentuk karakter anak

Baca juga: Syahrut tarbiyah, mendidik anak melaksanakan puasa Ramadhan


"Misalkan memberi contoh bahwa keterbatasan tidak disikapi dengan keluhan tetapi sebagai tantangan dan bagaimana cara agar mampu melampauinya," katanya.

Dia juga menambahkan orang tua juga perlu mengajarkan anak mengenai kepekaan dengan memberi contoh bagaimana menghargai keberadaan orang lain.

"Berada di rumah saja pada musim pandemi ini bisa membuat orang tua semakin dekat dengan anak, berkesempatan untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara intensif sehingga dapat lebih mengapresiasi perspektif anak," katanya.

Dia mengatakan pada masa pandemi ini memang banyak hal baru yang berjalan di luar kebiasaan misalkan bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah.

"Begitu pula bagi anak, bila selama ini, aktivitasnya hanya didominasi urusannya sendiri, sekarang dia juga berkesempatan untuk melihat kondisi di rumah. Ini kesempatan agar anak menjadi lebih memahami kondisi orang tua juga," katanya.

Karena itu orang tua bisa mengajak anak membantu urusan di rumah, seperti membersihkan rumah, merapikan kamar, mencuci piring atau pakaian, memasak atau hal-hal domestik yang selama ini mungkin jarang dilakukan.

"Hal ini sejatinya akan mengasah kepekaan bagi anak untuk belajar akan arti peduli dan rasa tanggung jawab terhadap situasi yang ada di sekelilingnya," katanya.

Dengan demikian, kata dia, orang tua dan anak bisa sama-sama belajar dan memperkuat pendidikan karakter sekaligus bisa mengembangkan potensi yang dimiliki anak.*

Baca juga: Juara voice of Ramadhan dapat beasiswa pendidikan dari Pemprov Aceh

Baca juga: Harita gelar kelas gembira di Halmahera Selatan selama Ramadhan


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hardiknas , Anies minta pendidik baca buku Ki Hajar Dewantara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar