Jakarta (ANTARA News) - Menjawab pertanyaan moderator tentang kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT), Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Calon Presiden Megawati saling mengungkit pelaksanaan Pemilu 2004 yang dipandang dari dua sisi mereka yang berbeda.

Pada debat capres bertema "NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah" di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis malam, Yudhoyono pertama kali mendapatkan pertanyaan dari moderator tentang hak politik warga yang hilang karena kekisruhan DPT pada Pemilu Legislatif April 2009.

Menjawab pertanyaan moderator Dekan Fisipol UGM Pratikno itu, Yudhoyono mengakui kisruh DPT sebagai salah satu peristiwa tidak baik dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Namun, ia mengatakan, dalam undang-undang sudah jelas bahwa yang mengelola DPT adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Oleh karena itu, saya senang KPU memperbaiki diri turun ke daerah untuk memastikan DPT ini lancar," ujarnya.

Atas jawaban Yudhoyono, calon presiden Megawati diberi kesempatan untuk menanggapi.

Megawati tidak menyia-nyiakan waktu 1,5 menit menanggapi untuk langsung mengatakang, pemerintah yang ia nilai tidak memiliki niat baik untuk menjaga agar Pemilu 2009 berjalan lancar.

Megawati lalu membandingkan pelaksanaan Pemilu 2004 saat ia masih menjabat presiden, dengan Pemilu 2009 dengan pemerintahan di bawah Yudhoyono.

"Pada waktu 2004 tidak ada kejadian-kejadian seperti sekarang, DPT tidak mulus sampai hari ini belum selesai. Pada 2004, hal-hal seperti itu bisa dilakukan dari awal, jadwal-jadwal sudah dibuat sedemikian rupa," tuturnya.

Mega mengatakan, Pemilu 2009 seharusnya justru lebih baik dari Pemilu 2004 yang merupakan pemilihan umum pertama secara langsung.

Ia lalu menyatakan rasa pesimisnya bahwa persoalan DPT tidak akan selesai hingga pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada 8 Juli 2009.

Yudhoyono yang diberi kesempatan mengomentari tanggapan Megawati kemudian membela diri dengan mengatakan Pemilu 2009 sekarang ini berbeda dan lebih rumit dari Pemilu 2004, meski tidak menyebutkan perbedaan dan kerumitan tersebut.

Ia juga mengatakan Pemilu 2004 tidak berjalan terlalu mulus dan tetap terjadi banyak kekurangan.

"Pemilu 2004 lalu juga ada masalah, tidak selalu mulus. Tapi begini, saya ingin melihat ke depan saja. Kalau ada yang kurang, diperbaiki," katanya.

Berlawanan dengan Megawati, Yudhoyono lalu menyatakan optimismenya bahwa segala permasalahan seputar pemilu, termasuk DPT, dapat diselesaikan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009