Positif COVID-19 di Palembang tembus 100 kasus, sebut Gugus Tugas

Positif COVID-19 di Palembang tembus 100 kasus, sebut Gugus Tugas

Polisi Pamong Praja Kota Palembang menunjukkan poster kecil bertuliskan anjuran mengenakan masker di check point perbatasan Palembang-Kabupaten Banyuasin Km12 Palembang, Sumsel, Selasa (28/4/2020). Posko check point disiagakan di seluruh pintu perbatasan Kota Palembang untuk menyosialisasikan penggunaan masker dan memantau pemudik yang melintas di perbatasan kota. (FOTO ANTARA/Feny Selly/Ang)

15 tambahan kasus baru positif COVID-19 di Kota Palembang pada hari Minggu (3/5) ini berstatus penularan lokal (10 orang) dan impor (5 orang), serta didominasi perempuan
Palembang (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan kasus positif COVID-19 di Kota Palembang telah menembus angkat 100, tepanya mencapai 105 orang sejak kasus pertama diumumkan di wilayah tersebut pada 24 Maret hingga hari Minggu ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri, Minggu, di Palembang mengatakan bahwa meski demikian  masyarakat tidak perlu khawatir karena tambahan kasus yang muncul setiap hari merupakan hasil pelacakan cepat tim Gugus Tugas terhadap orang-orang kontak erat dengan kasus positif.

"Menemukan kasus positif sebanyak mungkin adalah pilihan terbaik saat ini, sebab jika orang-orang yang kemungkinan membawa virus COVID-19 itu tidak pernah terlacak maka fatal akibatnya," katanya.

Menurut dia 15 tambahan kasus baru postitif COVID-19 di Kota Palembang pada hari Minggu (3/5) ini berstatus penularan lokal (10 orang) dan impor (5 orang), serta didominasi perempuan.

Ia merincikan kasus dengan penularan lokal yakni kasus 162 (perempuan 28 tahun), kasus 164 (perempuan 41 tahun), kasus 169 (perempuan 21 tahun), kasus 170 (perempuan 35 tahun), kasus 171 (perempuan 34 tahun), kasus 172 (laki-laki 48 tahun), kasus 175 (perempuan ), kasus 183 (perempuan 53 tahun), kasus 184 (perempuan 26 tahun) dan kasus 185 (laki-laki 27 tahun).

Sedangkan kasus dengan penularan impor yakni kasus 157 (perempuan 30 tahun), kasus 179 (laki-laki 35 tahun), kasus 180 (laki-laki 35 tahun), kasus 181 (laki-laki 45 tahun), kasus 182 (laki-laki 45 tahun).

Selain kasus positif, kata dia, kasus sembuh di Palembang juga bertambah lima orang, yakni kasus 83, 84, 85, 86 dan 89, maka total kasus sembuh menjadi 26 orang.

Sementara kasus meninggal tidak ada tambahan atau masih tercatat dua orang dari Palembang, sehingga saat ini terdapat 77 kasus COVID-19 aktif dalam penanganan baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

"Kami minta masyarakat yang merasa punya gejala agar tidak takut cek ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya supaya bisa cepat diketahui terinfeksi atau tidak dan agar tidak menyebar ke mana-mana," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap berada di rumah jika tidak terdesak, mengingat grafik COVID-19 di Sumsel sedang berada pada fase naik maka mobilitas dan kegiatan luar ruangan perlu dikurangi supaya pelacakan kontak tetap terkendali.

Temuan 105 kasus di Kota Palembang yang telah menjadi zona merah tersebut mencakup 55 persen dari total kasus di Sumsel per 3 Mei 2020 yakni 185 kasus, demikian Yusri.

Baca juga: Palembang segera kirim usulan PSBB ke Gubernur Sumsel

Baca juga: Kota Palembang masih dominasi penambahan kasus COVID-19 di Sumsel

Baca juga: Ada empat tambahan, kasus positif COVID-19 Sumsel menjadi 93 orang

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar