Menristek: Produksi 10.000 perangkat tes COVID-19 diluncurkan Mei 2020

Menristek: Produksi 10.000 perangkat tes COVID-19 diluncurkan Mei 2020

Tenaga medis mengambil sampel darah seorang warga untuk rapid test di Puskesmas Abadijaya, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/3/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc/aa.

Ditargetkan pekan depan 10.000 'rapid test kit' selesai diproduksi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan pada Mei 2020, akan diluncurkan produksi massal 10.000 perangkat tes cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi COVID-19.

“Ditargetkan pekan depan 10.000 rapid test kit selesai diproduksi,” ujar Menristek Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Konsorsium COVID-19 kembangkan serum dan anti-serum imunisasi pasif

Sebanyak 10.000 perangkat itu merupakan uji diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT) untuk mendeteksi IgG/IgM berbasis peptide sintesis, yang akan diproduksi paling lambat 8 Mei 2020.

Bambang menuturkan saat ini perangkat tersebut sedang dalam tahapan produksi massal yang dikerjakan oleh Konsorsium Riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.

Baca juga: RDT Micro-chip karya anak bangsa mampu deteksi dini COVID-19

Perangkat tes tersebut mendeteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah.

Selain itu, pada akhir Mei 2020, ditargetkan perangkat tes berbasis PCR (PCR test kit) dapat diproduksi hingga 50.000 unit. Saat ini sedang berlangsung uji validasi produk.

Baca juga: Menristek: Produksi awal 200 ventilator portabel pada Mei 2020

Menristek menuturkan pengembangan obat dan vaksin untuk virus corona terus dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Biofarma, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, di mana saat ini dalam tahapan uji klinis.

Konsorsium COVID-19 yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi juga melakukan penelitian terkait pemanfaatan plasma konvalesen dari pasien yang sembuh COVID-19, untuk diberikan sebagai imunisasi pasif kepada pasien COVID-19 dengan kondisi berat.

Baca juga: Menristek bentuk konsorsium riset teknologi penanganan COVID-19

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkeu: Dunia  habiskan 11 Triliun Dolar AS tangani COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar