Nawawi Pomolango: KPK terus buru buronan kasus korupsi

Nawawi Pomolango: KPK terus buru buronan kasus korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) didampingi para Wakil Ketua (kiri ke kanan) Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar dan Nurul Ghufron melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (29/4/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengatakan lembaganya terus memburu pelaku tindak pidana korupsi yang telah ditetapkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Yang pasti kami akan terus memburu keberadaan para buron ini," ucap Nawawi melalui keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan bahwa informasi sekecil apapun terkait keberadaan para DPO tersebut akan ditindaklanjuti.

Baca juga: KPK nyatakan belum tertangkapnya Harun Masiku hanya soal waktu

"Tentu informasi sekecil apapun akan ditindaklanjuti," kata Nawawi.

Untuk diketahui, terdapat tujuh tersangka yang masuk dalam status DPO, yakni eks caleg PDI Perjuangan Harun Masiku yang merupakan tersangka kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Kemudian, tiga tersangka kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) 2011-2016, yakni mantan Sekteraris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan Rezky Herbiyono (RHE), swasta atau menantunya, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto (HS).

Baca juga: KPK akan tindaklanjuti informasi IPW soal keberadaan Nurhadi

Selanjutnya, Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim, tersangka kasus korupsi terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Terakhir Izil Azhar, yang merupakan orang kepercayaan mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan tim sukses Pilkada Gubernur Aceh Tahun 2017. Izil juga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penerimaan gratifikasi bersama-sama dengan Irwandi.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui rilisnya di Jakarta, Minggu (3/5) mengungkapkan Nurhadi sempat terlacak lima kali saat melakukan Shalat Dhuha. Namun, buronan KPK itu berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap.

Baca juga: KPK tetap lakukan pencarian Nurhadi dan Harun Masiku

Sumber IPW, kata dia, menyebutkan KPK dibantu Polri terus berupaya menangkap Nurhadi. Ia mengatakan Nurhadi selalu berpindah-pindah masjid saat melakukan Shalat Dhuha.

"Setidaknya sudah ada lima masjid yang terus dipantau. Sumber itu optimistis Nurhadi bakal segera tertangkap. IPW berharap Nurhadi bisa tertangkap menjelang Lebaran sehingga bisa menjadi hadiah Idul Fitri dari KPK buat masyarakat," ucap Neta.

Selain itu, IPW juga menyinggung soal keberadaan Harun Masiku.

Baca juga: KPK cari tersangka Nurhadi dan Harun di 13 titik

"Sumber IPW mengatakan anggota Demokrat yang hengkang ke PDIP itu sama sekali tidak terlacak. Harun seperti ditelan bumi, Harun terakhir terlacak saat Menkumham (Yasonna Laoly) mengatakan yang bersangkutan berada di luar negeri, padahal KPK mendapat informasi Harun berada di Jakarta tetapi sejak itu Harun hilang bagai ditelan bumi," tuturnya.

Sumber lain IPW, kata dia, justru mengkhawatirkan Harun sudah meninggal dunia.

"Tetapi sumber itu tidak menjelaskan, apa penyebabnya. Terlepas dari sinyalemen itu, IPW berharap KPK terus memburu Harun dan segera menangkapnya," ujar Neta.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar