Polisi: Wanita bersimbah darah di Tamansari korban penganiayaan

Polisi: Wanita bersimbah darah di Tamansari korban penganiayaan

Ilustrasi - Penganiayaan. ANTARA/Ardika/am.

Berawal dari perkenalan melalui aplikasi MiChat
Jakarta (ANTARA) - Kapolsek Metro Tamansari AKBP Abdul Ghafur mengungkapkan wanita yang ditemukan bersimbah darah  dalam kamar salah satu hotel di kawasan tersebut merupakan korban penganiayaan.

"Dia korban penganiayaan, sempat 'check in' dengan laki-laki yang berkenalan lewat aplikasi MiChat," ujar Ghafur di Jakarta, Senin.

Ghafur mengatakan, korban berinisial E (19) sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan karena mengalami 12 luka tusukan.

Baca juga: Kominfo akan kaji aplikasi MiChat terkait prostitusi online

Baca juga: Polisi ungkap penganiayaan dalam kecelakaan antarpengemudi perempuan

Baca juga: Mucikari prostitusi akui raup keuntungan Rp1,5 juta per bulan


Dia menjelaskan, setelah masuk kamar hotel pada Minggu (3/5) dini hari, korban dirampok dan tubuhnya ditusuk 12 kali dengan benda tajam.

"Dia masih hidup, korban penganiayaan. Dia sudah pulang ke kosannya, istirahat di rumah," kata Ghafur.

Kini, anggota polisi tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan tersebut.
 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jika terbukti kesalahan lembaga, Gubernur Sumsel tutup SMA Taruna Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar