Gubernur sebut PSBB Gowa berdampak besar untuk Makassar

Gubernur sebut PSBB Gowa berdampak besar untuk Makassar

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah saat meninjau kesiapan salah satu hotel Makassar yang akan dijadikan lokasi wisata COVID-19 atau tempat isolasi mandiri, Senin.(4/5).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Mudah-mudahan saja logistiknya cukup selama isolasi wilayah ini
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Kabupaten Gowa mulai Senin, 4 Mei 2020 ini akan berdampak besar untuk Kota Makassar.

"Yang pasti kita berharap dengan ketegasan yang diambil oleh Gowa ini, pasti dampaknya ke Makassar juga besar (upaya menekan laju COVID-19)," kata Prof Nurdin Abdullah dalam keterangannya di Makassar, Senin.

Pihak Pemprov Sulsel akan mendukung penuh PSBB Gowa dengan menyediakan sembako dan kebutuhan lainnya. Dirinya berharap, PSBB Gowa ini dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 di Sulsel pada umumnya.

"Mudah-mudahan saja logistiknya cukup selama isolasi wilayah ini dilakukan, sehingga bisa memutus rantai penularan. Mudah-mudahan bisa berhasil," harapnya.

Baca juga: Uji coba PSBB di Gowa polisi razia 13 titik perbatasan

Baca juga: Gowa tunda penerapan PSBB sebelum sembako terdistribusi merata


Pemprov Sulsel tentunya memberikan apresiasi khusus Kabupaten Gowa atas langkah PSBB ini.

Nurdin Abdullah berharap agar pandemi ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat kembali berlangsung normal.

"Tentu kita ingin hidup normal kembali. Target kami kalau kita sepakat tentu ini butuh komitmen bersama, akhir Mei kita harus akhiri COVID-19 ini," ujarnya.

Target ini perlu komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyebarannya. Di Makassar misalnya, dilakukan dengan kencang oleh puskesmas melakukan tracking contact, menelusuri semua riwayat pasien untuk mencegah lokal transmisi terjadi.

"Kita berharap para Kepala Dinas Kesehatan, apa yang kita butuhkan untuk betul-betul memutus rantai penularan. Nah kalau kita bergerak dari camat, lurah kepala desa RT/RW, kepala Puskesmas. Saya kira tidak sulit," sebutnya.

Baca juga: Menteri Kesehatan setujui pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar