Jakarta (ANTARA) - Resmi merilis laptop pertama di Indonesia, MateBook X Pro, dengan harga Rp31 juta, Huawei mengaku mengubah strategi untuk menghadirkan perangkatnya di pasar Indonesia.

"Strategi Huawei ini awalnya kita mengikuti pola pasar Indonesia, namun kita melihat itu kurang cocok dengan Huawei, sehingga kita mulai dengan top-down strategy, dimulai dari produk premium," ujar Deputy Country Head Huawei Consumer Business Group Indonesia, Lo Khing Seng, dalam konferensi pers virtual, Senin.

Baca juga: Acer luncurkan laptop khusus pembuat konten kreatif

Khing Seng menjelaskan, untuk dapat mengikuti pasar Indonesia yang kebanyakan di entry level justru membutuhkan investasi yang besar. Sementara, menurut dia, Huawei sangat kuat di inovasi dan jaringan.

"Saat ini memfokuskan kembali produk kita ke produk premium dengan menjual ekosistem," kata King Seng.

Menurut Khing Seng, Huawei memiliki keunggulan di bidang inovasi produk yang dimanfaatkan untuk menarik sejumlah konsumen yang memang lebih paham teknologi dan memiliki daya beli.

Dari situ, dia melihat semakin banyak yang mengenal produk Huawei dengan inovasinya, sehingga kepercayaan konsumen terhadap Huawei akan terbangun. Kemudian, secara bertahap, Khing Seng mengatakan Huawei akan menuju ke segmen pasar menengah dan entry-level.

"Entry-level kita akan masuk tapi bukan sekarang saatnya," kata Khing Seng, mengacu pada pertanyaan apakah Huawei akan menghadirkan laptop dengan harga lebih terjangkau.

Sebagai informasi, selain MateBook X Pro, Huawei juga membawa MateBook D14 dengan harga lebih murah, Rp11,5 juta. Selain laptop, Huawei juga meluncurkan tablet, MatePad Pro, yang melengkapi ekosistem perangkat Huawei yang telah ada sebelumnya di Indonesia, mulai dari smartphone, wearable hingga smartwatch.

Hal ini, menurut King Seng, sesuai dengan visi Huawei untuk memperkuat ekosistem perangkat pada semua skenario "1 + 8 + N" dengan meluncurkan produk-produk baru ini untuk pertama kalinya di Indonesia.

"Kita mulai memasukkan produk secara lebih masif sekarang, karena kita ingin memastikan timing yang tepat untuk menghadirkan teknologi terbaru, meskipun bukan waktu yang ideal, namun strategi membawa flagship ke Indonesia tetap in-line dengan strategi image Huawei untuk membuat konsumen semakin aware," kata Khing Seng.

Dengan menghadirkan perangkat premium, Khing Seng tak menampik perlu kerja keras tim pemasaran untuk agresif menjangkau target konsumen, salah satunya melalui online e-commerce.

"Skenario kami sudah memikirkannya cukup panjang bahwa visi kami ke depan setiap perangkat akan terhubung, kami akan terus membawa inovasi. Kenapa baru sekarang? karena infrastrukturnya sekarang lebih siap untuk kami menjual produk-produk di ekosistem kami," ujar Khing Seng.

"Ekosistem yang seamless connectivity, ini yang kami tawarkan ke konsumen. Ini adalah satu kesatuan, bukan suatu produk terpisah. Saya percaya ini ke depan akan menjadi tren, bukan sebagai laptop dan teknologinya tapi juga ekosistemnya," tambah dia.


Baca juga: Huawei umumkan MateBook X Pro dengan layar fullview

Baca juga: Huawei rilis seri laptop MateBook dan tablet MatePad di Indonesia

Baca juga: Laptop berbagai pilihan warna, Asus VivoBook S segera hadir

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020