Koneksi internet dan literasi teknologi jadi tantangan Kartu Prakerja

Koneksi internet dan literasi teknologi jadi tantangan Kartu Prakerja

Ilustrasi: Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai koneksi Internet yang kurang di daerah dan belum meratanya literasi teknologi menjadi tantangan bagi program Kartu Prakerja.

"Faktanya koneksi Internet di daerah-daerah masih kurang bahkan tidak ada sama sekali alias blind spot" ujar Bhima dalam diskusi online di Jakarta, Senin.

Selain itu Bhima juga menambahkan bahwa literasi teknologi seperti terbiasa mengakses Internet atau menggunakan smartphone, belum merata ke semua lapisan masyarakat.

Pengamat ekonomi tersebut mencontohkan terdapat beberapa korban PHK yang usianya sudah di atas 40 sampai dengan 50 tahun, sehingga untuk mengikuti Kartu Prakerja yang online harus meminjam smartphone milik anaknya atau keponakannya dan minta diajarkan oleh mereka cara mengakses secara online

"Dengan demikian ini menjadi tantangan bagi program Kartu Prakerja," kata Bhima.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa akibat koneksi Internet yang masih mengalami keterbatasan di daerah dan literasi teknologi yang belum merata ke semua masyarakat, menjadikan pelatihan Kartu Prakerja hanya cenderung diakses oleh para buruh di wilayah perkotaan besar dan sulit diakses masyarakat di daerah-daerah.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta para pekerja yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi COVID-19 dijadikan prioritas untuk memperoleh Kartu Pra Kerja.

Presiden juga meminta agar para pekerja migran baik yang ada di luar negeri maupun yang sudah kembali ke Tanah Air tetap dilindungi.

Pemerintah telah membuka pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang pertama pada 11-16 April 2020. Tercatat sebanyak 5.965.048 pengguna yang melakukan pendaftaran program Kartu Pra Kerja tahap I dengan 4,428 juta pendaftar terverifikasi melalui email dan yang sesuai dengan kriteria sebanyak 2,07 juta peserta.

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan sebanyak 168.111 peserta untuk mengikuti pelatihan. Target seluruh penerima manfaat Kartu Pra Kerja adalah 5,6 juta orang pekerja. Mereka yang berhasil mendapatkan Kartu Pra Kerja akan mendapat insentif total sebesar Rp3,55 juta.




Baca juga: Pemerintah perlu gandeng kampus untuk materi pelatihan Kartu Prakerja

Baca juga: Indef: Materi pelatihan Kartu Prakerja perlu disesuaikan kembali

Baca juga: Pemerintah jelaskan dasar delapan platform jadi mitra Kartu Prakerja

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perjuangan pelajar mencari titik sinyal paling kuat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar