Laporan dari Kuala Lumpur

Aktivitas bisnis di Kuala Lumpur beroperasi kembali

Aktivitas bisnis di Kuala Lumpur beroperasi kembali

Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan lantai pusat perbelanjaan Sunway Putra Mall di Jalan Putra Kuala Lumpur, Senin, pada hari pertama pembukaan aktifvtas bisnis dalam fase Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB). Pusat perbelanjaan mulai dibuka kembali dengan norma baru menyangkut pencegahan COVID-19. ANTARA Foto/Agus Setiawan

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia pada Senin mulai membuka kembali sektor perekonomian secara bertahap sesuai prosedur standar operasional atas nasihat Kementerian Kesehatan dan data-data WHO dengan menerapkan pembatasan skala besar, yang disebut dengan Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB).

Sektor perekonomian yang diperbolehkan beroperasi adalah kafetaria, restoran, pasar, pusat perbelanjaan, biro perjalanan, bengkel mobil, konstruksi, pabrik, kantor pos, logistik, toko elektronik dan klinik hewan.

Kendati  aktivitas bisnis sudah mulai beroperasi, ada beberapa kategori industri dan perniagaan yang tidak diizinkan untuk beroperasi yakni perniagaan atau aktivitas yang melibatkan berkumpulnya orang banyak dan kontak fisik  yang membuat social distancing sulit dilakukan.

Yang belum diizinkan beroperasi adalah gedung bioskop, pusat karaoke, tempat refleksologi, pusat hiburan, kelab malam, bazar Ramadhan, bazar Idul Fitri, karnaval penjualan dan semua bentuk seminar dan pameran.

Baca juga: Setop operasi sejak 1 April, AirAsia kembali terbangi rute ke Malaysia

Baca juga: Malaysia izinkan dua orang dalam satu kendaraan


Berdasarkan pemantauan, sejumlah pusat perbelanjaan yang membuka kegiatan di antaranya adalah Sunway Putra Mall di Jalan Putra, IOI Mall di Shah Alam, Quill Mall di Jalan Sultan Ismail dan Pavilion di Jalan Bukit Bintang.

Pemberlakuan PKPB juga ditandai dengan beroperasinya kembali moda transportasi LRT, MRT dan monorel secara normal antara jam 06.00 hingga jam 23..00 setiap hari.

Sebelumnya selama Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) mulai 18 Maret, jam operasional moda transportasi tersebut dibatasi.

Pada isolasi bersyarat kali ini, petugas perusahaan transportasi Malaysia, Prasarana, disiagakan di pintu tiket atau token untuk memeriksa suhu badan setiap penumpang yang hendak naik transportasi publik tersebut guna mencegah penularan COVID-19.

Prasarana juga mewajibkan semua penumpang menggunakan masker dan menggunakan hand sanitizer yang disiapkan di  loket layanan pelanggan.

Perusahaan tersebut juga meningkatkan kekerapan mencuci eskalator, pemegang tangan, lift dan mesin pembelian token di semua stasiun.

Baca juga: PM Malaysia hadiri KTT Gerakan Non Blok bahas COVID-19

Baca juga: Malaysia berencana gulirkan liga pada September 2020



 

Temuan baru, 12 WNA Malaysia positif covid-19

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar