Wisma Atlet Jayapura untuk rawat pasien COVID-19 didukung tokoh

Wisma Atlet Jayapura untuk rawat pasien COVID-19 didukung tokoh

Tokoh masyarakat Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Jhon Maurits . (FOTO ANTARA/HO/Humas Satgas COVID-19 Kabupaten Jayapura)

Sudah saya sampaikan kepada bapak bupati bahwa kami menerima pikiran dari pemerintah tetapi dampak dan konsekuensi dari penyakit ini juga harus ditegaskan siapa yang bertanggung jawab
Sentani, Jayapura (ANTARA) - Tokoh masyarakat Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Jhon Maurits Kreuta mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menggunakan bangunan Wisma Atlet setempat untuk tempat perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.

Namun, kata Jhon Maurits di Sentani, Selasa, ada beberapa catatan yang disampaikan masyarakat terkait rencana penggunaan Wismas Atlet yang berlokasi di Doyo Baru.

"Sudah saya sampaikan kepada bapak bupati bahwa kami menerima pikiran dari pemerintah tetapi dampak dan konsekuensi dari penyakit ini juga harus ditegaskan siapa yang bertanggung jawab," katanya.

Menurut Jhon, hal ini juga perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura. Apalagi letak Wisma Atlet ini berada di sekitar permukiman warga.

Terkait itu, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah yang diwakili langsung oleh Bupati Jayapura yang mana secara umum beberapa saran yang disampaikan masyarakat disetujui dan didukung.

Namun, lanjut dia, yang paling penting pemerintah juga tidak mengabaikan hak masyarakat dan harus memperhatikan masyarakat yang ada di sekitar kompleks tersebut, khususnya berkaitan dengan kesehatan.

"Misalnya ketika ada masyarakat yang kena musibah COVID-19 siapa yang akan bertanggung jawab, kemudian lalu lintas atau aktivitas masyarakat keluar masuk siapa yang tanggung jawab di situ," ujarnya.

Berkaitan dengan adanya insiden yang terjadi saat pertemuan dengan Bupati Jayapura, pihaknya sangat menyesalkan perbuatan oknum tersebut yang tidak mencerminkan budaya sebagai masyarakat adat yang memiliki budaya sopan santun.

"Harga diri sebagai orang Doyo pada waktu itu dihancurkan oleh saudara kita yang baru masuk ke dalam Kampung Doyo Baru," katanya.

Dia menegaskan, aksi yang dilakukan oleh oknum warga yang mengaku sebagai masyarakat Doyo itu tidak mewakili pernyataan sikap dari masyarakat setempat.

"Mau bilang warga Doyo juga salah karena dia datang dari arah mana, kami juga kurang tahu," kata Jhon Maurits Kreuta .

Sementara itu, Kepala Distrik Waibu, Dominggus Kawai mengaku sudah melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib. Laporan itu didasari atas aksi pelaku yang membuat keberadaan Bupati Jayapura pada saat itu sangat terancam.

Apalagi, kata dia, ada upaya penyerangan yang dilakukan oleh oknum tersebut terhadap pejabat negara yaitu Bupati Jayapura yang sedang melaksanakam tugasnya.

"Ya sudah dilaporkan ke Polres Jayapura, nanti polisi menilai pasal mana yang dia langgar. Yang jelas, dari insiden itu keberadaan Bupati di tempat kejadian sangat terancam," demikian Dominggus Kawai.

Baca juga: Pembangunan wisma atlet Mandala Jayapura untuk PON XX hampir rampung

Baca juga: RSD Wisma Atlet rawat 693 pasien COVID-19

Baca juga: Pasien positif corona di Kabupaten Jayapura bertambah 2 jadi 27 orang

Baca juga: Wilayah karantina COVID-19 di Jayapura rutin dipasok sayur segar

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden bahas penanganan COVID-19 bersama tokoh lintas agama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar