Daftar lagu "Lord Didi Kempot" yang tersohor di luar negeri

Daftar lagu "Lord Didi Kempot" yang tersohor di luar negeri

Penyanyi Didi Kempot menghibur penggemarnya saat tampil pada Jazz Traffic Festival di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/9/2019) malam. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pras.

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi campursari dengan nama lahir Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa pagi.

Maestro berjuluk The Godfather of Broken Heart itu pergi dengan meninggalkan segudang karya musik, yang tidak hanya diterima kalangan penyuka campursari melainkan anak muda hingga ke belahan dunia lain.

Baca juga: Didi Kempot, #SobatAmbyarBerduka ramai di lini masa

Meskipun mayoritas berbahasa Jawa, namun lagu yang ditembangkan adik pelawak Mamiek Prakoso itu ramah di telinga penikmatnya di Suriname dan Belanda.

Didi Kempot telah menelurkan 700 judul lagu yang mayoritas mengisahkan kegalauan atau patah hati. Sejak karirnya pada era 1980-an, ia sudah mengemas 23 album studio.

Berikut sejumlah lagu Lord Didi Kempot yang populer di luar negeri:

Cidro


Didi Kempot tenar di Suriname dan Belanda, bahkan beberapa kali memenangi anugerah musik nasional di Suriname. "Cidro" menjadi awal kepopulerannya di negara Amerika Selatan bekas jajahan Belanda itu pada 1993.

Baca juga: Penyanyi Didi Kempot meninggal tak lama setelah masuk rumah sakit

"Saya nyanyi ada satu lagu Jawa judulnya 'Cidro'. Di Indonesia kurang terkenal, ternyata ada turis Suriname di Indonesia, domisili di Belanda, lagu itu lalu diputar di radio Amsterdam, lagunya digemari sekali," kata Didi pada Rabu (11/3).

Layang Kangen

Pada 1996, Didi menggarap dan merekam lagu berjudul Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Hal itu dilakukan karena musiknya diterima masyarakat Belanda, setelah kesuksesan lagu Cidro.

Stasiun Balapan


Stasiun Balapan adalah lagu paling berkesan bagi Didi Kempot, sebab tembang itu yang meroketkan namanya di kancah musik nasional.

Baca juga: Didi Kempot hingga God Bless terima penghargaan di Hari Musik Nasional

Lagu itu diciptakan pada akhir 1990-an, setelah ia kembali ke Indonesia usai rekaman di Belanda. Lagu itu juga populer di Suriname dan Belanda.

Kangen Nickerie


Lagu ini diciptakan Didi yang terinspirasi dari suasana di Suriname. Nickerie adalah nama salah satu distrik di Suriname yang berkesan baginya karena sering tampil di negara itu, termasuk di hadapan petinggi negara.

Joget Sikep


Lagu ini diciptakan Didi yang terinspirasi gaya berjoged orang Belanda. Lagu sering ia bawakan saat konser di Belanda maupun Suriname.

Selain lagu-lagu tersebut, tembang-tembang populer Didi Kempot antara lain Pamer Bojo, Sewu Kutho, Parang Tritis, Banyu Langit, Pantai Klayar, Cucak Rowo, dan tentunya Perahu Layar dan Sekonyong-Konyong Koder.


Baca juga: Pahlawan tanpa tanda jasa, Didi Kempot di mata pelawak Tarzan

Baca juga: 18 April, konser terakhir Didi Kempot

Baca juga: Didi Kempot meninggal diduga karena serangan jantung

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Salam tangguh Doni Monardo untuk Didi Kempot

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar