YIIM bantu guru dan murid di Jakarta Selatan

YIIM bantu guru dan murid di Jakarta Selatan

Anak-anak binaan Panti Asuhan Sayap Ibu menerima bantuan dari YIIM. (ANTARA/HO/Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM))

Bantuan diberikan mulai Sabtu (2/5) hingga Senin (4/5) sekaligus merayakan Hari Pendidikan Nasional
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) memberikan bantuan bagi murid dan guru di Panti Asuhan Sayap Ibu Kebayoran Baru, Jakarta Selatan agar proses belajarnya tetap lancar di tengah pandemi COVID-19.

"Bantuan diberikan mulai Sabtu (2/5) hingga Senin (4/5) sekaligus merayakan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2020," kata pengurus YIIM Chrisbiantoro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Dikatakan,  dunia pendidikan merupakan salah satu sektor paling terkena dampak penyebaran COVID-19 dan untuk itu kegiatan belajar dan mengajar (KBM) harus tetap berjalan maksimal meskipun harus dilakukan jarak jauh (virtual).

Ia merinci,  bantuan berupa 100 buku bacaan agar anak-anak di Panti Asuhan itu dapat menumbuhkan minatnya untuk membaca, termasuk alat tulis bagi anak di tingkat SD dan SMP.

Baca juga: Kejati DKI Jakarta bantu awasi distribusi bansos penanganan COVID-19

"Sekolah dari rumah merupakan hal yang baru bagi anak-anak panti kami, namun dengan adanya bantuan paket alat tulis dan buku-buku bacaan dari YIIM, akan sangat membantu anak-anak dalam melewati masa pandemi ini,” ujar pengurus Panti Asuhan Sayap Ibu Lily.

Selain mendukung para murid, YIIM juga memberikan bantuan kuota internet bagi guru-guru di sekolah swasta karena banyak ditemukan yayasan sekolah tidak menganggarkan dana internet untuk pengajaran virtual selama pandemi COVID-19 berlangsung.

Sekolah pertama yang mendapat bantuan tersebut adalah Sekolah Dasar Kristen Nasional Anglo di Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Masing-masing guru di sekolah tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000 yang nantinya akan digunakan bagi pengajaran virtual kepada 231 murid dengan rata-rata waktu mengajar mencapai 32 jam dalam seminggu.

Baca juga: Ombudsman: enam potensi maladministrasi penyaluran bansos COVID-19

"Sekolah tidak pernah membayangkan atau merencanakan diberlakukannya sistem pengajaran sekolah dari rumah, sehingga sedari awal tahun ajaran sekolah tidak mempersiapkan anggaran untuk mekanisme mengajar ataupun belajar dari rumah," kata Wakil Kepala Sekolah I SDKN Anglo Martha.

Karena itu, lanjutnya, sekolah tidak dapat memberikan fasilitas internet bagi guru-guru atau bagi anak-anak dalam menjalani sistem belajar semacam ini.

YIIM turut didukung oleh PT Insight Investments Management dan diharapkan agar bantuan sejenis dapat menjadi contoh bagi gerakan sosial lainnya untuk memberi dukungan bagi guru atau siswa yang membutuhkan selama pandemi COVID-19.



Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mensos: Realisasi penyerapan APBN Kemensos tertinggi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar