Laporan dari Kuala Lumpur

Pasar Chow Kit Kuala Lumpur dijaga tentara

Pasar Chow Kit Kuala Lumpur dijaga tentara

Petugas keamanan dari Angkatan Tentara Malaysia (ATM) bersiaga di Pasar Chow Kit, Kuala Lumpur, Selasa (5/5/2020), dengan latar belakang kawat berduri setelah kawasan tersebut ditetapkan menjadi Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) Administratif. Pasar Chow Kit yang memiliki banyak penjual dan pekerja asal Indonesia menjadi kluster baru COVID-19 terbesar dengan 16 kasus dari penularan warga setempat. ANTARA Foto/Agus Setiawan

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Pasar Tradisional Chow Kit di Jalan Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur, yang memiliki banyak penjual dan pekerja asal Indonesia mulai dijaga aparat dari Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dan diberi barikade kawat berduri mulai Selasa pagi (5/5).

Barikade kawat berduri dipasang mulai pintu masuk pasar dari Pasaraya AJBest hingga pintu masuk pasar di samping Stasiun Petrol atau SPBU.

Para tentara dengan membawa senjata berjaga-jaga di pintu masuk samping SPBU dan terlihat hilir mudik di dalam pasar di samping AJBest sambil mengontrol lapak manakala masih terlihat penjual yang lalu lalang di tempat tersebut.

Pemerintah memberi perlakuan khusus di pasar tersebut karena lokasi tersebut menjadi kluster baru COVID-19 terbesar dengan 16 kasus dari penularan warga setempat.

Pasar tersebut sebelumnya telah ditutup mulai 30 April hingga 14 hari dan rencananya akan kembali buka pada 13 Mei 2020.

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob ketika dikonfirmasi tentang kebijakan yang dilakukan pemerintah di Pasar Chow Kit mengatakan pihaknya tidak menerapkan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketat (PKPD).

"Selagi saya tidak mengumumkan bermakna tidak ada PKPD. Tetapi di tempat tersebut kita perketat pengawalannya secara administratif. Jadi mungkin kita kawal dengan kawat berduri dan sebagainya tetapi dari sisi kita tidak kita tetapkan sebagai PKPD tetapi kita kontrol keluar masuk dengan lebih ketat. Dan kita membuat saringan swap test ke semua penduduk," katanya.

Sebelumnya pemerintah setempat telah menerapkan PKPD di Malayan Mansion dan Selangor Mansion di Jalan Masjid India dan Menara City One di Jalan Munshi Abdullah karena banyak penghuninya yang terpapar COVID-19.

Dengan penerapan PKPD warganya diisolasi selama 14 hari dan makanannya disuplai oleh pemerintah atau melalui layanan antar kemudian penghuninya di tes satu-satu lalu mereka yang positif dibawa ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang beredar Kantor Kesehatan Daerah Titiwangsa telah mengumumkan kepada semua orang yang tinggal di sekitar Pasar Chow Kit yaitu di Jalan Raja Bot, Lorong Haji Hussein, Jalan Abdul Rahman Idris, Jalan Raja Abdullah dan Jalan Raja Alang agar melakukan ujian saringan COVID-19 pada Rabu, 6 Mei mulai 09.30 hingga 16.00 petang.

Baca juga: Aktivitas bisnis di Kuala Lumpur beroperasi kembali
Baca juga: Perekonomian Malaysia beroperasi kembali 4 Mei 2020
Baca juga: Malaysia catat 122 kasus baru COVID-19


 

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BNN Kepri ungkap peredaran 33 kilogram sabu asal Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar