Dua ABK Pertamina asal Makassar positif COVID-19

Dua ABK Pertamina asal Makassar positif COVID-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri (ANTARA/HO/Humas Prov Sumsel/20)

Palembang (ANTARA) - Dua orang anak buah kapal Pertamina asal Makassar positif terjangkit COVID-19 dan termasuk dalam 14 kasus tambahan di Sumatera Selatan pada 5 Mei 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri, di Palembang, Selasa mengatakan kedua ABK tersebut tercatat sebagai kasus 192 (laki-laki 34 tahun) dan kasus 193 (laki-laki 27 tahun).

"Mereka punya riwayat pelayaran dari Surabaya ke Muntok (Bangka), lalu dalam perjalanan menuju Palembang mereka sakit dan dirawat di RS Pertamina Plaju Palembang, setelah diuji swab ternyata positif," ujar Yusri di Palembang.

Baca juga: PMI salurkan 40 ribu paket sembako kepada warga terdampak COVID-19

Sementara 14 kasus COVID-19 tambahan di Sumsel pada hari ini (5/5) mayoritas masih berasal dari Kota Palembang.

Yusri merincikan sembilan penambahan kasus dari Palembang yakni kasus 186 (perempuan 69 tahun), kasus 187 (laki-laki 31 tahun), kasus 188 (perempuan 36 tahun), kasus 189 (perempuan 22 tahun), kasus 190 perempuan 6 tahun), kasus 191 (laki-laki 54 tahun), kasus 194 (perempuan 43 tahun), kasus 195 (laki-laki 20 tahun), dan kasus 196 (laki-laki usia 38 tahun)

Kemudian tiga kasus dari Kabupaten Banyuasin yakni kasus 197 (laki-laki 38 tahun), kasus 198 (perempuan 44 tahun), dan kasus 199 (perempuan 32 tahun).

Sehingga total kasus di Sumsel mencapai 199 kasus per 5 Mei.

Baca juga: "Curhat" jadi langkah dukungan psikososial bagi warga terlantar

Selain 14 kasus baru, kasus sembuh juga bertambah dari 43 orang menjadi 47 orang, tambahan sembuh berasal dari Kota Palembang dan Lubuklinggau.

"Untuk kasus meninggal tidak ada penambahan atau masih tetap lima orang, Palembang (dua), serta OKU Timur, Banyuasin dan Prabumulih masing-masing satu kasus.

Capaian 199 kasus tersebut semestinya membuat masyarakat untuk lebih peduli dalam mencegah penularan COVID-19, kata dia, yakni dengan sukarela membatasi aktivitas di luar rumah yang tidak menghasilkan keuntungan.

"Jika ke luar rumah tapi tidak menghasilkan apa-apa maka lebih baik tetaplah di rumah, tetapi jika terpaksa harus ke luar maka tolong pakailah masker," kata Yusri menegaskan.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Kepri yang sembuh capai 56 orang

Tidak hanya di luar rumah, kata dia, pemakaian masker juga perlu diterapkan saat bercengkrama dengan keluarga di dalam rumah, terutama saat berbicara dengan balita dan manula yang memiliki kerentanan imunitas di bawah orang dewasa.

Dari 199 kasus positif COVID-19 Sumsel per 5 Mei 2020, sebanyak 114 kasus ada di Kota Palembang (zona merah), disusul Lubuklinggau (zona merah), 15 kasus, Banyuasin (zona kuning) 13 kasus, Prabumulih (zona merah) 12 kasus dan OKU (zona merah) 10 kasus.

Sedang kasus lainnya tersebar di sembilan wilayah zona kuning, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (sembilan), Ogan Ilir (lima), Musi Rawas (tiga), Muara Enim (dua), Lahat (dua), serta Musi Banyuasin, Pagaralam, Muratara, dan OKU Timur masing-masing satu kasus, khusus dari luar Sumsel, namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: GTPP COVID : Kasus Ori yang kembali positif COVID-19 kasus pertama
Baca juga: Berjuang lawan Corona, Bamsoet: Pemerintah beri beasiswa dokter muda
Baca juga: Dinkes : Bayi 11 bulan di Lampung terkonfirmasi positif COVID-19

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pertamina Malang prediksi kebutuhan BBM naik di bawah 5%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar