PGN catat penyaluran gas 882 BBTUD pada kuartal I 2020

PGN catat penyaluran gas 882 BBTUD pada kuartal I 2020

Petugas PGN memasok gas bumi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/2/2020). PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyalurkan gas bumi untuk mendukung kebutuhan bagi tenaga medis maupun pasien di Wisma Atlet Kemayoran yang dijadikan pusat rehabilitasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras.

Pada triwulan I 2020, jumlah pelanggan tumbuh seiring dengan pertumbuhan industri, kelistrikan dan pembangunan jargas
Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selama periode Januari-Maret 2020 atau memasuki  masa pandemi COVID-19 mempertahankan penyaluran gas bumi sebesar 882 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

“Pada triwulan I 2020, jumlah pelanggan tumbuh seiring dengan pertumbuhan industri, kelistrikan dan pembangunan jargas. PGN saat ini sebagai subholding gas, mengelola lebih dari 390 ribu pelanggan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di Jakarta dalam informasi tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ini skenario bisnis PGN selama pandemi COVID-19

Rachmat menjelaskan sejalan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis dalam kondisi sulit saat pandemi COVID-19 ini, PGN akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi.

“Di tengah perlambatan perekonomian global dampak dari pandemi COVID-19, PGN senantiasa berperan aktif dalam menopang ketahanan ekonomi dengan tetap melaksanakan penyaluran gas bumi guna memenuhi kebutuhan gas bumi dalam negeri bumi, serta menjalankan proyek-proyek strategis efisiensi energi dan mengurangi beban subsidi seperti gasifikasi kilang Pertamina dan program-program penugasan seperti gasifikasi pembangkit listrik dan pembangunan jargas rumah tangga, sektor UMKM dan transportasi,” jelas Rachmat.

Faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada akhir Maret 2020 yang juga berdampak pada penurunan volume niaga gas bumi, penurunan harga ICP sebagai imbas dari adanya pandemi COVID-19 harus diantisipasi dengan tepat.

PGN mengambil kebijakan optimasi melalui efisiensi biaya yang tidak terkait langsung dengan pendapatan dan keandalan jaringan pipa serta optimasi arus kas melalui prioritas  anggaran investasi. Dengan begitu diharapkan PGN tetap mampu memberikan kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global sehingga PGN tetap dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Kami sangat memahami bahwa COVID-19 akan berdampak secara signifikan terhadap performa PGN termasuk juga kepada pelanggan. Oleh karena itu, kami melakukan beberapa antisipasi atas potensi dampak termaksud di antaranya melalui penerapan kebijakan relaksasi atau keringanan kepada pelanggan terdampak, serta penyesuaian batas pemakaian minimum pada pelanggan, sehingga akan menstimulus konsumsi gas bumi pelanggan,” imbuh Rachmat.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa hal ini bertujuan agar pelanggan gas bumi terutama sektor industri tetap kompetitif dan mampu berproduksi di tengah pandemi sehingga tetap dapat menggerakkan roda perekonomian dalam negeri.

Dengan demikian, maka pemenuhan kebutuhan gas bumi dalam negeri yang dilakukan PGN secara langsung berkontribusi pada perekonomian nasional.

Baca juga: PGN salurkan Rp3,7 miliar untuk penanganan COVID-19
Baca juga: PGN salurkan jargas dengan Gaslink Truck


Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mewujudkan Prabumulih kota jaringan gas bumi terbesar di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar