Difabel di DIY bantu 1.000 masker untuk penanganan COVID-19

Difabel di DIY bantu 1.000 masker untuk penanganan COVID-19

Para penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta menyerahkan bantuan kepada Gugus Tugas COVID-19 DIY di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu. (ANTARA/HO/Humas Pemda DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Para penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian (Bank) Difabel memberikan bantuan 1.000 masker dan 50 baju alat pelindung diri (APD) kepada Gugus Tugas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantuan diterima langsung oleh Ketua Gugus Tugas COVID-19 DIY, KGPAA Paku Alam X didampingi Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu.

Baca juga: Mensos: Pemprov DKI janjikan data baru penerima bansos pekan ini

"Ini kami tujukan sebagai kontribusi kami sebagai difabel, bahwa kami juga bisa berkontribusi untuk pembangunan. Kami tidak hanya sebagai objek tapi kami bisa menjadi subjek dalam pembangunan ini terutama dalam kondisi pandemi COVID-19," kata Ketua KSP Bank Difabel, Kuni Fatonah.

Menurut Kuni, dari 65 penyandang disabilitas anggota koperasi itu, 15 orang di antaranya mampu memproduksi baju APD dan masker.

Selain menerima pesanan dari berbagai pihak, menurut dia, koperasi itu juga berinisiatif membuat beberapa baju untuk disumbangkan.

"Besar harapan kami, dengan masker dan baju APD ini, penyebaran COVID-19 bisa terkendali dan kondisi bisa segera normal lagi. Dengan begitu teman-teman difabel kembali bisa berkarya seperti semula," kata dia.

Baca juga: Sepulang dari Jakarta, ibu dan dua anaknya mengisolasi diri ke ladang

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berkontribusi sesuai potensi dan kondisi masing-masing untuk melawan COVID-19, termasuk dengan tetap menjalankan prosedur kesehatan guna menekan penyebaran virus.

KGPAA Paku Alam X yang juga Wakil Gubernur DIY mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan dari para penyandang disabilitas ini bermanfaat bagi para tenaga medis maupun masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

"Harapan saya, melalui komunitas yang dimiliki, para penyandang disabilitas bisa mengedukasi anggotanya. Dalam hal apa pun, termasuk tentang COVID-19 ini, maupun informasi kesehatan lainnya," kata dia.

Baca juga: MUI Bogor puji Ade Yasin bagikan sembako untuk 10.875 ulama
Baca juga: Sumut kirim 38 relawan medis ke Wisma Atlet Jakarta
Baca juga: Jubir Pemerintah: Pasien sembuh COVID-19 bertambah 120 menjadi 2.317

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Teladan dari difabel yang ajari anak-anak dari atas kasur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar