Kemenkes: Orang tua mesti kreatif jaga stres anak selama pandemi

Kemenkes: Orang tua mesti kreatif jaga stres anak selama pandemi

Seorang ibu mendampingi anaknya belajar dengan metode dalam jaringan atau secara online karena belajar di sekolah ditiadakan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Riau, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2020). I ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah mengatakan kreativitas orang tua sangat dibutuhkan untuk membuat berbagai aktivitas menyenangkan guna menjaga tingkat stres anak di rumah selama menjalani masa pandemi COVID-19.

Fidiansjah dalam bincang-bincang tentang kesehatan jiwa di Kementerian Kesehatan yang dipantau melalui media sosial Instagram di Jakarta, Rabu mengatakan kondisi pandemi yang mengharuskan banyak keluarga di dalam rumah semestinya menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan antaranggota keluarga.

Dia mengatakan apabila anak, khususnya remaja, mulai stres menghadapi banyaknya tugas dan tidak bisa keluar rumah dalam masa pandemi, orang tua disarankan untuk membuat suasana belajar menjadi nyaman.

Selain kegiatan belajar dari rumah, orang tua sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang disukainya. "Ini kesempatan untuk sama-sama beres-beres rumah. Yang suka tanaman, misalnya bisa menanam tanaman hidroponoik. Ini kesempatan yang bagus untuk saling mengekspresikan kebersamaan," kata Fidiansjah.

Baca juga: Psikolog: Penting kelola stres di tengah pandemi COVID-19

Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dr Lahargo Kembaren, Sp.KJ sebelumnya juga mengatakan dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini perlu memberikan perhatian pada kesehatan jiwa anak dan remaja.

Dokter Lahargo menyarankan agar setiap orang tua untuk selalu hadir bila anak membutuhkan dan terus menjalin komunikasi yang baik. Orang tua juga harus memberikan kenyamanan kepada anak dengan melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas yang produktif.

Baca juga: Kelola stres agar tak kena penyakit autoimun

"Kesehatan jiwa anak remaja perlu dapat perhatian, orang tua harus selalu hadir dengan kesungguhan hati, pastikan anak terhubung dengan teman dan keluarga, buat nyaman dengan kegiatan atau aktivitas produktif. Menjaga kesehatan jiwa anak juga penting, langsung periksakan ke tenaga profesional kesehatan jiwa bila dibutuhkan," kata Lahargo.

Fidiansjah mengatakan bahwa rentang stres yang dialami seseorang berbeda-beda dan memiliki skala timbulnya gejala yang luas. Pada beberapa kasus ringan masih dapat dikelola dengan bercerita kepada orang lain, namun pada kasus tertentu sudah harus ditangani oleh tenaga profesional dan ditangani dengan konsumsi obat-obatan.

Baca juga: Gim atau aplikasi yang lebih baik hilangkan stres?

"Pada kasus tertentu harus ditangani tenaga profesoinal, harus makan obat karena kerusakan sudah terjadi dari tubuh, tidak sekadar pikiran. Ini perlu ke dokter psikiater untuk mendapatkan obat untuk meningkatkan lagi daya tahan terhadap situasi dan mengelola emosi," kata Fidiansjah.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyediakan layanan konsultasi kesehatan jiwa dengan menghubungi pusat layanan telepon terkait COVID-19 di 119 pada extension 8. Masyarakat yang mengalami masalah kecemasan atau kesehatan jiwa lainnya bisa menghubungi pusat layanan telepon tersebut untuk pendampingan kesehatan jiwa.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anak-anak rentan gangguan mental saat pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar