Gus Ipul terkenang "Banyu Langit" jadi "Pintu Langit" Didi Kempot

Gus Ipul terkenang "Banyu Langit" jadi "Pintu Langit" Didi Kempot

Gus Ipul (dua kanan) beserta putra bungsunya, Reno (kanan) yang didampingi kolega dan Didi Kempot (tenga) di sela konser di tempat wisata Pintu Langit di Desa Ledug, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Oktober 2019. (ANTARA/Capture @ngopibarengpintulamgit/FA)

Surabaya (ANTARA) - Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengaku terkenang dengan gubahan lagu “Banyu Langit” yang dinyanyikan Didi Kempot menjadi “Pintu Langit” saat tampil di Pasuruan pada Oktober 2019.

“Saat itu konser di tempat wisata Pintu Langit dalam rangka HUT Kabupaten Pasuruan. Pakde (panggilan ke Didi Kempot) mengubah satu kata liriknya, 'banyu' jadi 'pintu' tapi itu sangat berarti dan membuat bangga,” ujarnya di Surabaya, Kamis pagi.

Meninggalnya Didi Kempot pada Selasa (5/5), membuat Gus Ipul, sapaan akrabnya, terkejut dan teringat pengubahan satu kata yang dinyanyikannya, banyu jadi pintu.

Gus Ipul  sempat tak percaya Didi Kempot meninggal dunia, karena tidak mendengar informasi sakit sebelumnya. "Saya teringat pengubahan kata 'banyu' langit itu seolah benar-benar menjadi 'pintu langit' bagi Didi Kempot," ucapnya.

Ia mengaku langsung teringat saat konser Oktober lalu di tempat wisata Ngopi Bareng Pintu Langit di Desa Ledug Kabupaten Pasuruan yang merupakan milik Gus Ipul.

“Saat itu Pakde nyanyinya ‘Pintu langit sing ono nduwur kayangan’ dan seterusnya. Penontonnya ikut bernyanyi dan jumlahnya juga membeludak luar biasa,” ucapnya.

Gus Ipul juga mengaku telah menjadwalkan konser kali kedua di tempat sama sekitar Agustus 2020 sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI.

“Tapi gagal terwujud karena Pakde Didi Kempot telah dipanggil sang Maha Kuasa. Kami sangat kehilangan dan turut berbelasungkawa. Semoga Husnul Khotimah,” tutur Komisaris Utama PTPN III Holding (Persero) tersebut.

Teladan yang bisa diambil dari kisah hidup Didi Kempot, kata dia, yaitu kerendahan hati dan kuatnya hubungan persaudaraan atau jalinan silaturahimnya.

Menurut dia, hal itulah yang membuat karya maupun personal Didi Kempot diterima seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai usia.

”Lihat saja bagaimana lagu-lagunya dikenal semua orang. Bapak-bapak, ibu-ibu, remaja atau milenial, bahkan usia anak-anak juga mengenalnya. Ini salah satu sikap yang harus diteladani dari beliau,” kata Gus Ipul yang sudah mengenal Didi Kempot sejak puluhan tahun lalu itu,

Selasa, 5 Mei 2020 pukul 07.30 WIB, Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

Pemilik nama asli Dionisius Prasetyo itu dimakamkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tempat kelahiran sekaligus kampung halaman istrinya.
Baca juga: Film "Sobat Ambyar" selesai syuting
Baca juga: Kemarin, 50.000 alat uji PCR hingga pemakaman Didi Kempot di Ngawi
Baca juga: Kemarin, Megawati minta diputarkan lagu Didi Kempot hingga KTT GNB
Baca juga: Dokter: Waktu terbaik periksa jantung saat usia 20 tahun


Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mantan Wagub Jatim itu kini jadi petani

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar