Melahirkan di tengah wabah, cara agar bayi tak terinfeksi COVID-19

Melahirkan di tengah wabah, cara agar bayi tak terinfeksi COVID-19

Ilustrasi bayi baru lahir (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Persalinan di tengah wabah virus corona membuat para ibu hamil lebih waspada karena khawatir buah hati yang baru lahir tidak terinfeksi COVID-19.

Dokter kandungan Mohammad Haekal menjelaskan langkah-langkah pencegahan saat dan setelah melahirkan agar bayi tidak terinfeksi virus corona.

"Begitu lahir, hindari inisiasi menyusui dini (IMD)," kata Haekal dalam kelas daring Johnson's Parent Club Expert Class, Rabu (6/5) malam.

IMD adalah proses ketika bayi dibiarkan mencari sendiri puting susu ibunya ketika baru lahir. Bayi diletakkan di dada atau perut ibu, lalu dia secara alami akan mencari puting untuk menyusui.

Dalam IMD, bayi bisa mendapatkan kolostrum, tetes ASI pertama kaya nutrisi berwarna kuning, yang bisa membantu bayi mencegah penyakit.

Selain tidak menerapkan IMD, ibu juga diharuskan memakai masker ketika persalinan, baik normal maupun melalui operasi caesar.

Bayi kemudian dimandikan untuk mengurangi risiko transmisi, dan kemungkinan akan diberikan penutup wajah oleh rumah sakit.

"Ibu yang tidak terindikasi COVID-19 bisa menyusui seperti biasa," kata dia.

Bila terindikasi COVID-19 ringan atau sedang, ASI dapat diberikan dengan menggunakan masker N95, atau diperah dan diberikan melalui botol.

"Kalau positif (COVID-19) berat, tidak bisa kasih ASI," kata dia.

Selain itu, ibu yang terinfeksi COVID-19 juga tidak boleh dirawat dalam satu ruangan bersama si bayi agar tak tertular.

Baca juga: Dinkes : Bayi 11 bulan di Lampung terkonfirmasi positif COVID-19

Baca juga: Haruskah bayi pakai masker kain untuk hindari COVID-19?

Baca juga: Bayi 1,9 tahun dan orang tuanya positif COVID-19

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bayi usia 6 hari, pasien termuda COVID-19 di NTB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar