Ahli: Konsumsi buah dan sayur bisa tekan penyebaran penyakit

Ahli: Konsumsi buah dan sayur bisa tekan penyebaran penyakit

Bahan makanan nabati turut membantu mencegah penyebaran penyakit (Foto HO Vegan)

Jakarta (ANTARA) - Ahli nutrisi berbasis nabati Willy Yonas mengatakan, mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah dan biji-bijian bisa menjadi jawaban terhadap ancaman kesehatan manusia yang disebabkan resistensi antibiotik dan penyebaran penyakit.

"Dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah, dan biji-bijian akan menekan pemanasan global yang berdampak terhadap penyebaran penyakit," kata Willy dalam keterangan pers, Sabtu.

Willy mengatakan pola makan berbasis nabati memiliki banyak manfaat kesehatan yang luar biasa.

“Beberapa studi menunjukkan besarnya manfaat pola makan berbasis nabati bagi masyarakat. Di antaranya adalah mencegah, mengobati atau membalikkan penyakit jantung, penyakit-penyakit otak seperti stroke dan alzheimer, diabetes serta mengurangi peradangan dalam tubuh karena tingginya antioksidan yang bahkan membantu mencegah kanker,” kata Willy Yonas.

Baca juga: Ekosistem pekerja harus segera dibangunkan

Sebagai latar belakang, Willy melakukan magang selama setengah tahun di Clinical Research Department of Physicians Committee for Responsible Medicine, sebuah organisasi non-profit berbasis di Amerika Serikat yang meneliti dan mengadvokasi pengobatan preventif dan pola makan berbasis nabati bersama dengan Dr Neal Barnard, salah satu ahli terkemuka dunia di bidangnya.

Baru baru ini, aktivitas veganisme telah menciptakan cerita dan beritanya di Indonesia sejak enam lokal atlet ambil bagian dalam The Game Changers Challenge, yang melibatkan mereka untuk mengonsumsi makanan berbasis nabati selama 6 minggu.

Hasil yang diperoleh oleh penulis pemenang penghargaan dan ahli kesehatan, Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menunjukkan peningkatan dalam performa dan kesehatan semua atlet, termasuk di dalamnya penurunan kadar kolesterol dan gula darah.

“Bukti yang berkembang telah mengindikasikan bahwa, bagi para atlet, pola makan berbasis nabati sering meningkatkan performa dan daya tahan, yang menjelaskan mengapa beberapa atlet paling terkenal di dunia seperti Austin Aries (pegulat), Scoot Jurek (pelari marathon ultra), Lewis Hamilton (pembalap Formula-1), dan Marc Klok (pemain sepak bola di Persija Jakarta) adalah vegan,” kata Willy.

Baca juga: Disnakertrans usul pekerja terdampak COVID-19 masuk data bansos fase 2

Sejumlah selebriti seperti Sophia Latjuba, Andovi da Lopez, Andien Aisyah, VJ Daniel, Abigail Cantika, Nino Fernandez, adalah beberapa dari mereka yang telah memutuskan sebagai vegetarian.

Terkait hal itu pendiri Burgreens Max Mandias dan Digital Influencer Annabela menyelenggarakan tantangan 21 hari vegan atau mengonsumsi makanan berbasis nabati dengan target menggaet ratusan peserta.

Para peserta juga menerima dukungan dari Willy Yonas, seorang ahli nutrisi khusus berbasis nabati, yang menjawab setiap pertanyaan tentang nutrisi via e-mail.

Kegiatan ini juga didukung oleh organisasi perlindungan hewan Sinergia Animal, salah satu pendukung internasional yang terlibat dalam tantangan ini.

Organisasi nonprofit ini juga mendukung tantangan vegan di negara lainnya seperti Thailand dan Amerika Latin yang berhasil melibatkan 16,000 peserta dalam satu tahun terakhir.

Di Indonesia, tantangan 21 Hari Vegan juga didukung sejumlah organisasi organisasi lokal, seperti Jakarta Animal Aid Network, Animal Friends Jogja, dan new NGO Green Welfare, dan juga Jakarta Vegan Guide, sebuah outlet media pro-vegan.
Baca juga: Perlindungan pekerja di tengah pandemi

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

1.500 kera Tabanan kelaparan, warga bagikan makanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar