Sepekan, kebijakan THR hingga bansos di DKI Jakarta

Sepekan, kebijakan THR hingga bansos di DKI Jakarta

Robot perawat yang dioperasikan di RS Pertamina Jaya Cempaka Putih Jakarta Pusat. (ANTARA/HO/Dokumentasi RS Pertamina Jaya)

Jakarta (ANTARA) - Ragam peristiwa di wilayah Jakarta terjadi pada sepekan Senin (4/5) hingga Jumat (8/5) disiarkan Antara dan masih dapat dibaca kembali untuk informasi akhir pekan ini.

1. Hardiknas, Anies minta pendidik baca tulisan Ki Hajar Dewantara

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh Kepala Dinas khususnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta jajarannya termasuk tenaga-tenaga pendidik membaca tulisan-tulisan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

"Apalah arti sebuah peringatan kelahiran kalau kita tidak membaca (hasil pemikirannya). Karena itu saya minta kepada seluruh kepala dinas, Ibu Kadis Pendidikan, wajib semuanya membaca untuk mengetahui apa yang seharusnya ada di pendidikan kita," kata Anies menyampaikan arahannya dalam Upacara Digital Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan di DKI Jakarta, Senin.

Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu, tulisan dan buah pikir Ki Hajar Dewantara sangat berkaitan erat dengan sistem pengajaran yang saat ini dilakukan di negara-negara maju termasuk juga beberapa sekolah di Jakarta.

Baca selengkapnya disini

2. DKI tunggu edaran Kemenaker terkait kebijakan THR

Jakarta (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta menunggu surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerjaan di ibu kota di tengah pandemi COVID-19.

"Terkait THR kami dan Dinas Tenaga Kerja seluruh Indonesia menunggu surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan karena biasanya setiap tahun kementerian mengeluarkan surat edaran. Itulah yang menjadi dasar kami melakukan sosialisasi, baik kepada asosiasi, pengusaha ataupun serikat dan federasi," kata Kadisnakertrans-E Andri Yansah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Surat tersebut, kata Andri, akan menjadi landasan untuk mengambil kebijakan yang diperlukan terkait perusahaan-perusahaan yang diperkirakan tidak mampu membayar THR bagi para pekerjanya.

Baca selengkapnya disini

3. WFH berpotensi picu "baby boom"

Jakarta (ANTARA) - Bekerja dari rumah (WFH) selama pandemi COVID-19 berpotensi memicu peningkatan angka kelahiran (baby boom) jika pasangan acuh terhadap kontrasepsi.

"Sangat mungkin korelasinya, karena ketika suami-istri jadi satu di rumah dan 'stay at home' tidak dimungkiri kontak seksual akan terjadi dan ini hal lumrah yang manusiawi," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo melalui sambungan telepon, Rabu siang.

Hasto mengatakan, jika sepuluh persen saja pasangan lalai menggunakan alat kontrasepsi seperti suntik atau susuk, minum pil dan jenis lainnya, akan berisiko tinggi terhadap kehamilan.

Baca selengkapnya disini

4. Wakil Ketua DPRD DKI bela Anies soal bansos untuk 1,1 juta warga

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik membela Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan terkait
bantuan sosial (bansos) bagi 1,1 juta warga selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Taufik di Jakarta, Kamis, menolak penilaian bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lepas tanggung jawab mengenai bansos lanjutan bagi 1,1 juta warga Jakarta selama PSBB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat virtual dengan DPR RI pada Rabu (6/5) menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta meminta pemerintah pusat untuk menanggung dana bansos 1,1 juta warga Jakarta pada fase dua ini dengan alasan keterbatasan dana.

Baca selengkapnya disini

5. RS Pertamina Jaya gunakan dua robot bantu tangani COVID-19

Jakarta (ANTARA) - Rumah Sakit Pertamina Jaya Cempaka Putih menggunakan dua unit robot untuk membantu penanganan pasien COVID-19 khususnya di bagian modular untuk menangani pasien-pasien dengan penyakit tingkat ringan hingga sedang.

"Robot kita operasikan untuk mengurangi kontak dengan pasien. Jadi robot itu membantu membawakan obat. Kalau pasien dirawat dia ada jadwal minum obat. Pagi minum obat jam sekian, siang minum obat jam sekian, jadi obatnya sudah rutin. Supaya perawat enggak terlalu sering mondar mandir ketemu pasien untuk anterin obat," kata Direktur Utama RS Pertamina Jaya Syafik Ahmad di Jakarta, Jumat.

Selain mengantarkan obat rutin bagi para pasien, salah satu robot berfungsi sebagai robot yang dapat diajak berkomunikasi via 'chatbot' oleh pasien-pasien.

Baca selengkapnya disini

Pewarta: Fauzi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

COVID-19 DKI terkini, pasien sembuh bertambah menjadi 8.036 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar