KKP bagikan nasi ikan untuk tingkatkan imunitas tangkal COVID-19

KKP bagikan nasi ikan untuk tingkatkan imunitas tangkal COVID-19

Suasana pembagian makanan berupa nasi dengan lauk ikan ke warga. ANTARA/HO-KKP/am.

Gerakan berbagi nasi ikan ini juga membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar serta UMKM
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan ribuan paket nasi dengan lauk ikan setiap hari hingga ke pelosok untuk meningkatkan imunitas masyarakat  menangkal COVID-19.

"Melalui gerakan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus upaya meningkatkan imunitas guna menangkal COVID-19," ujar Kepala BRSDM  Sjarief Widjaja dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Baca juga: KKP bagikan makanan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Di tengah wabah ini, lanjut dia, perlu adanya empati dan toleransi tinggi untuk sesama.

"Tak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, gerakan berbagi nasi ikan ini juga membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar serta UMKM Indonesia, karena dibeli dari pelaku usaha kecil dan hasil masakan rumah tangga yang terkena dampak pandemi," paparnya.

Ia menceritakan salah satu pembudi daya perikanan di Kabupaten Takalar, Daeng Takko, yang mengaku kesulitan memasarkan ikan lele hasil panen karena harga penawaran tidak sesuai dan jauh dari harga pasar.

Ketimbang dijual dengan harga yang tidak pantas, Daeng Takko memilih untuk membuang hasil panennya.

"Melalui gerakan nasi ikan, para penyuluh khususnya di Kabupaten Takalar membantu mendata dan memasarkan ikan Daeng Takko, dengan membeli hasil panennya sebesar 250 kg, dan diolah menjadi makanan siap santap, nasi ikan," katanya.

Di Sorong, ia menyarankan bantuan ini dibagikan ke beberapa wilayah lokasi sekitar  Pantai Boswesen kepada sejumlah ibu penjual kelapa muda dari Pulau SOP dan Pulau Buaya, sepanjang Jalan A.Yani, daerah Malanu Pasir, daerah Basuki Rahman dan para penjual pinang dan daun gatal di sepanjang Toko Tio.

Sementara di Bitung, bantuan nasi ikan diserahkan kepada warga khususnya sekitar pesisir pantai di wilayah Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga.

Di Palembang, bantuan diberikan di sekitar kawasan Jakabaring, Palembang, kepada pemulung, ojek, dan masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan, di Lombok, para penyuluh perikanan Lombok Timur turut membagikan 400 kotak nasi ikan di tujuh kecamatan.

Selain gerakan nasi ikan, di Pulau Seram bantuan kemanusiaan juga dilaksanakan oleh Penyuluh Perikanan Kabupaten Seram Bagian Barat bersama aparat Desa Kairatu, dan tokoh masyarakat/agama dengan membangun kembali Pasar Kairatu setelah 20 tahun tidak aktif sejak konflik kemanusiaan.

Gerakan berbagi nasi ikan yang diinisiasi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,  dilaksanakan setiap hari pada Ramadhan 1441 H menjelang waktu berbuka puasa.

Setiap harinya, ribuan nasi Ikan dibagi di seluruh Indonesia melalui pegawai BRSDM di daerah.

Donasi ini merupakan hasil solidaritas 9.202 pegawai BRSDM, termasuk di dalamnya 2.676 penyuluh perikanan PNS dan 2.056 PPB  Penyuluh perikanan, yang dilaksanakan dengan dana pribadi, tanpa menggunakan anggaran negara demi terciptanya kesetiakawanan nasional selama pandemi COVID-19.

Terlebih BRSDM memiliki 48 unit pelaksana tugas (UPT) yang tersebar dari Aceh hingga Sorong. Dengan adanya kerja sama antara staf UPT dengan penyuluh perikanan, gerakan ini pun diharapkan tepat sasaran hingga pelosok Indonesia.

Baca juga: KKP bagikan puluhan ribu nasi lauk ikan bagi warga terdampak COVID-19

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri KP pesan agar lulusan SUPM berdayakan laut Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar