Menteri PUPR tegaskan pembelian karet untuk aspal langsung dari petani

Menteri PUPR tegaskan pembelian karet untuk aspal langsung dari petani

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. ANTARA/HO-Kementerian PUPR

walaupun dari Koperasi Unit Desa, seperti pengalaman kami di Banyuasin, Sumatera Selatan pada tahun 2018 itu sudah dengan KTP berdasarkan nama dan alamat petaninya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan pihaknya akan membeli karet langsung dari petani untuk bahan campuran aspal karet alam.

"Tentang cara pembelian karet, kami ingin beli langsung dari petani. Jadi walaupun dari Koperasi Unit Desa, seperti pengalaman kami di Banyuasin, Sumatera Selatan pada tahun 2018 itu sudah dengan KTP berdasarkan nama dan alamat petaninya," ujar Menteri Basuki dalam rapat kerja virtual bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin.

Basuki mengingatkan kembali bahwa pihak kementerian tidak akan membeli hasil karet tersebut dari pengumpul atau pengepul, namun ingin langsung membeli dari petani-petani karet.

Selain itu, lanjut dia, Kementerian PUPR juga berniat untuk melakukan hal sama terkait resin untuk pengecatan marka jalan yang akan langsung dibeli dari petani-petani produsen resin.

"Termasuk juga untuk resin, kalau bisa Perhutani nanti sebagai wadahnya saja namun kalau bisa kita langsung mengecek ke petaninya," kata Menteri Basuki.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya siap membeli 12.500 ton karet petani dari sembilan provinsi produsen utama untuk bahan campuran aspal karet.

Menurut Basuki, sembilan produsen utama karet tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Selain membeli karet langsung dari petani untuk bahan aspal karet, Kementerian PUPR juga siap membeli resin produksi Perhutani sebanyak 834 ton untuk pengecatan marka jalan.

Rencananya 834 ton resin produksi dari Perhutani tersebut akan digunakan oleh Kementerian PUPR untuk pengecatan marka jalan di 17 provinsi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut pembelian karet secara langsung dari petani untuk aspal karet sebagai langkah mitigasi terhadap dampak negatif COVID-19 yang membuat produksi komoditas perkebunan tersebut sulit diserap pasar.

Baca juga: Menteri PUPR: Aspal karet alam tingkatkan kualitas dan ketahanan jalan
Baca juga: Menteri PUPR tawarkan lima proyek tol dan satu jembatan secara virtual
Baca juga: PUPR minta tambahan 4.000 lokasi padat karya segera disepakati DPR

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri PUPR redesain jaringan irigasi food estate

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar