Pejabat AS: pembukaan ekonomi terlalu dini sebabkan kematian sia-sia

Pejabat AS: pembukaan ekonomi terlalu dini  sebabkan kematian sia-sia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan tempat setelah memberikan pengarahan harian kepada satuan tugas virus corona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Kamis (26/3/2020). Turut hadir bersama Trump adalah Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional untuk Penyakit Alergi dan Menular. (ANTARA/REUTERS/JONATHAN ERNST/TM)

Ini tidak hanya membuahkan penderitaan dan kematian yang sia-sia, tetapi juga akan membuat kita mundur dalam upaya untuk kembali ke kondisi normal
Washington (ANTARA) - Pejabat kesehatan senior Amerika Serikat yang akan bersaksi pada Selasa di hadapan  Senat AS memperingatkan risiko dimulainya kembali ekonomi terlalu dini, seraya mengatakan hal itu dapat menyebabkan "penderitaan dan kematian sia-sia,"  New York Times melaporkan.

"Jika kita meloncati  poin-poin pengecekan dalam pedoman 'Open America Again', maka kita terancam bahaya banyak penyebaran wabah di seluruh negeri," kata surat kabar tersebut, mengutip direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan Alergi, Anthony Fauci.

"Ini tidak hanya membuahkan penderitaan dan kematian yang sia-sia, tetapi juga akan membuat kita mundur dalam upaya untuk kembali normal."

Bahaya coba-coba  membuka kembali negara tersebut secara prematur  menjadi pesan utama, yang hendak disampaikan oleh Fauci kepada komite Pendidikan Kesehatan, Tenaga Kerja dan Pensiun Senat pada pertemuan Selasa, tambahnya, menurut surat kabar itu pada Senin malam.

Sumber: Reuiters

Baca juga: Prediksi kematian akibat corona di AS mendekati 135 ribu pada Agustus
Baca juga: Trump pertimbangkan tes corona pada penerbangan internasional
Baca juga: California akan gunakan sistem pemilihan pos untuk pilpres 2020

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar