Kemendes PDTT luncurkan aplikasi Desa Melawan COVID-19 dan e-HDW

Kemendes PDTT luncurkan aplikasi Desa Melawan COVID-19 dan e-HDW

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. ANTARA/HO-Kemendes PDTT/am.

aplikasi ini bisa terus menerus di manfaatkan semaksimal mungkin
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan dua aplikasi yaitu Desa Melawan COVID-19 dan e-Human Development Worker (e-HDW) yang bisa membantu dalam hal pencegahan dan penanganan virus corona baru dan kesehatan masyarakat desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalan keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan aplikasi Desa Melawan COVID-19 dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan protokol penanganan wabah virus corona baru yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Desa PDTT Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai.

Menurut dia aplikasi ini akan membantu Relawan Desa Lawan COVID-19 dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitasnya dalam memberikan edukasi dan informasi tentang virus corona ke masyarakat, serta pengumpulan data secara nyata terkait penyebaran virus dan dampaknya bagi masyarakat yang bisa memudahkan proses pelaporan atas kondisi desa terkait COVID-19.

"Aplikasi Desa Melawan COVID-19 bisa mengakses berbagai materi pencegahan COVID-19 dan membagikannya kepada masyarakat. Relawan Desa Lawan COVID-19 akan mengirimkan laporan mingguan dan bulanan melalui aplikasi Desa Lawan COVID-19 ini. Data-data tersebut selanjutnya dapat diakses oleh pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk pengambilan kebijakan terkait pencegahan dan penanganan COVID-19 di daerah," kata Menteri Desa PDTT.

Baca juga: Menteri: BLT dana desa diberikan Rp600 ribu selama tiga bulan

Baca juga: BLT dana desa dijamin tidak tumpang tindih dengan bansos lain


Sementara aplikasi lainnya e-HDW bisa digunakan untuk memastikan layanan intervensi gizi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

"Dalam kondisi wabah COVID-19, layanan kepada keluarga program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) penting untuk tetap dilakukan untuk percepatan penanganan stunting. Aplikasi ini akan membantu para Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam memantau dan mendukung peningkatan konvergensi Intervensi Gizi Kepada Keluarga 1.000 HPK," katanya.

Menurut Abdul Halim, diluncurkannya kedua aplikasi yang mendapat bantuan dan dukungan dari World Bank ini akan sangat bermanfaat ketika digunakan secara maksimal.

"Kita harapkan, kedua aplikasi ini bisa terus menerus di manfaatkan semaksimal mungkin sehingga berbagai upaya melawan COVID-19 oleh desa dan berbagai upaya untuk penurunan stunting di desa bisa kita lakukan secara maksimal," katanya.

Menteri Abdul Halim Iskandar meluncurkan dua aplikasi tersebut secara virtual di Kantor Kemendes PDTT didampingi oleh Sekjen kemendes PDTT Anwar Sanusi dan dihadiri oleh sejumlah kepala desa, aparat desa, pendamping desa dan para pegiat desa lainnya.

Baca juga: Pemkab Tulungagung longgarkan karantina wilayah desa COVID-19

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mendes PDTT sosialisasi penggunaan dana desa 2021 di Babel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar