COVID-19 dinilai momen milenial alihkan dana traveling untuk properti

COVID-19 dinilai momen milenial alihkan dana traveling untuk properti

Seorang pengunjung mengamati sebuah miniatur rumah saat pameran perumahan Real Estate Indonesia (REI) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/2). ANTARA FOTO/R Rekotomo/kye. (ANTARA FOTO/R REKOTOMO)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat properti Lukas Bong menilai bahwa pandemi COVID-19 saat ini dapat dijadikan momentum bagi kalangan milenial untuk mengalihkan dana traveling untuk investasi ke properti.

"Sekarang banyak pengembang yang menjual properti dengan paket penawaran yang menarik. Ini saatnya bagi milenial yang memiliki tabungan atau yang mampu menyicil," ujar Lukas yang juga Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Saat ini, lanjut dia, banyak pengembang yang menawarkan "landed house" dengan harga terjangkau bagi milenial serta beragam promo menarik, salah satunya di kawasan BSD dan Serpong,

Baca juga: BTN adakan edukasi properti bagi alumni pondok pesantren

"Di BSD, Serpong dan sekitarnya banyak pilihan produk properti dengan kualitas baik dan lingkungan yang nyaman," ucapnya.

Menurut dia, program penawaran menarik dari pengembang menjadi momen yang baik untuk dimanfaatkan. Biasanya, pengembang saat ini menawarkan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

"Sekarang harga sudah bergerak turun 30 persen, itu belum termasuk jika ada penawaran khusus. Ini peluang bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian atau ingin investasi," katanya.

Sementara itu, pengamat perbankan Paul Sutaryono menilai pada masa pandemik seperti ini memang sektor properti masih tergolong sangat baik. Selain itu, investasi properti terbilang paling aman.

Baca juga: Jangan ragu investasi properti di tengah Corona, ini alasannya

"Tentu saja properti masih untuk jangka menengah dan panjang," paparnya.

Ia mengatakan sektor properti memang terpapar dampak virus COVID-19. Namun, dalam jangka menengah dan jangka panjang sektor ini tetap paling prospektif khususnya hunian tingkat menengah atas yang diperkirakan akan menolong pertumbuhan sektor properti.

Ditambah restrukturisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan rencana pemberian subsidi bunga oleh pemerintah diharapkan dapat membantu dalam mendorong KPR.

Dalam membeli properti, ia mengingatkan agar nasabah atau masyarakat harus memperhatikan reputasi dan peringkat pengembang.

"Masyarakat harus mencari pengembang yang mendapat kepercayaan dengan kredibilitas terbaik. Manfaatkan program penawaran pengembang, tetapi juga peringkat pengembang sangat penting," katanya.
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kini berinvestasi properti juga dilakoni kaum ibu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar