Tenis

Djokovic yakin mampu raih rekor Grand Slam

Djokovic yakin mampu raih rekor Grand Slam

Petenis Kroasia Novak Djokovic mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Jerman Philipp Kohlschreiber pada babak kedua Dubai Open di Dubai Duty Free Tennis Stadium, Dubai, UEA, Rabu (26/2/2020). Djokovic melaju ke babak selanjutnya setelah menang dengan skor 6-3, 6-1. ANTARA FOTO/REUTERS/Thaier Al-Sudani/pras.

Jakarta (ANTARA) - Novak Djokovic yakin dirinya akan memenangi gelar Grand Slam terbanyak dan menjadi pemegang peringkat satu paling lama sebelum pensiun, kata petenis Serbia berusia 32 tahun itu dalam wawancara.

Petenis nomor satu dunia saat ini itu telah mempunyai 17 gelar Grand Slam, selisih dua di bawah Rafa Nadal dan kurang tiga dari Roger Federer - dan mengatakan ia tidak ragu dengan kemampuannya untuk menyalip anggota lain yang dijuluki 'Tiga Besar' itu.

"Saya selalu sangat percaya diri pada diri saya sendiri," katanya dalam satu wawancara pada In Depth dengan Graham Bensinger. "Saya yakin saya bisa memenangi paling banyak slam dan memecahkan rekor nomor satu paling lama. Itu jelas tujuan saya.," katanya seperti dikutip Reuters, Jumat.

Baca juga: Djokovic: 'Big Three' bahas cara membantu petenis ranking bawah
Baca juga: Dana bantuan untuk petenis capai 6 juta dolar AS


Djokovic sedang dalam posisi di atas angin sebelum pandemi virus corona baru menghentikan sirkuit pada awal Maret.

Ia mengangkat ATP Cup bersama Serbia, memenangi gelar Australia Open kedelapan dan kemudian menggenapinya dengan kemenangan kelima di Dubai Tennis Championships, memperpanjang laju tak terkalahkan menjadi 21.

Baca juga: Djokovic angkat trofi kelimanya di Dubai

Bintang Swiss Federer juga memiliki rekor total jumlah pekan di posisi peringkat satu, 310, dan pekan beruntun di posisi puncak, 237, dibanding Djokovic 282 dan 122.

Federer akan berusia 39 tahun pada Agustus dan Djokovic mengatakan ia bisa membayangkan dirinya masih bermain pada usia 40.

"Saya tidak percaya dengan batasan. Saya pikir batasan hanyalah ilusi dari ego Anda atau pikiran Anda," katanya.

Belum terlalu lama, Djokovic mempunyai pandangan yang sepenuhnya berbeda pada permainan tersebut.

Setelah kalah straight set dari petenis bukan unggulan Benoit Paire di Miami Open 2018, istrinya, Jelena, mengatakan ia siap untuk gantung raket.

"Ia mengatakan kepada saya bahwa ia akan berhenti dan itu kebenaran," katanya dalam satu wawancara. "Ia kalah di Miami. Itu kekalahan yang sangat mengenaskan. Dan kemudian dia hanya, mengumpulkan kami semua dan mengatakan, 'Kalian tahu, saya selesai.'"

"Dan saya seperti, 'Apa?' Dan ia berkata, 'Ya.' Ia mengatakan, 'Edoardo, kamu bisa bicara dengan sponsor saya. Saya ingin jelaskan pada mereka. Saya tidak tahu apakah saya berhenti enam bulan, setahun, atau selamanya.'"

Djokovic tidak melanjutkan rencana pensiunnya dan bangkit kembali untuk meraih kemenangan di Wimbledon Juli itu.

Dalam wawancara secara luas itu, Djokovic juga membicarakan kesulitannya di masa lalu dengan kesehatannya, pernikahannya dan selamat dari pemboman di negara asalnya Serbia pada 1999.

Wawancara lengkap akan disiarkan di AS akhir pekan ini pada afiliasi setempat, dan pada jaringan olahraga regional dan internasional pekan depan.

Baca juga: Djokovic hadapi dilema jika vaksin virus corona jadi kewajiban
Baca juga: Roland Garros kemungkinan digelar tanpa penonton

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tenis Ganda Campuran menjadi penutup yang manis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar