Pegawai Kominfo sumbang APD dan rapid test kit ke rumah sakit

Pegawai Kominfo sumbang APD dan rapid test kit ke rumah sakit

Pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan donasi berupa alat rapid test, alat pelindung diri dan paket sembako yang akan disalurkan ke rumah sakit, pegawai kementerian dan masyarakat. (kominfo.go.id)

Jakarta (ANTARA) - Pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan sumbangan berupa 2.250 rapid test kit ke 15 rumah sakit dan alat pelindung diri untuk petugas medis di 11 rumah sakit.

"Hasil donasi yang terkumpul dari pegawai Kementerian Kominfo sebanyak lebih dari Rp418 juta itu akan disalurkan kepada rumah sakit, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan masyarakat terdampak pandemi Covid-19," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastut dalam keterangan pers, dikutip Jumat.

Alat rapid test dan APD tersebut disalurkan ke rumah sakit yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Hasil penggalangan dana tersebut juga diberikan dalam bentuk 1.715 paket sembako dan bantuan dana ke sejumlah yayasan, masing-masing sebesar Rp10.000.000.

Baca juga: Penyampaian pesan sederhana COVID-19 jadi tantangan komunikasi publik

Baca juga: Kominfo: Masyarakat sudah mulai paham kondisi pademi COVID-19


“Kita ikut berbelas kasih, berbela rasa, karena banyak saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 ini, bahkan banyak juga yang pekerjaan sehari-hari dilakukan, tapi karena kondisi seperti sekarang mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan,” kata Niken

Donasi dalam bentuk sembako diberikan kepada pegawai di lingkungan kementerian, seperti petugas keamanan, pengemudi dan "office boy", serta masyarakat.

"Untuk masyarakat akan diberikan bagi yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Niken.

Dalam menangani dan memutus penyebaran COVID-19 akibat virus corona, Kementerian Kominfo juga menggandeng sejumlah pihak, salah satunya operator seluler untuk membuat aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi membantu pengguna untuk mengetahui apakah dia berada di lokasi zona merah persebaran virus corona.

Kementerian beberapa waktu lalu mengumumkan kerja sama mereka dengan WhatsApp untuk membuat akun chatbot di platform pesan instan tersebut. Pengguna WhatsApp bisa berinteraksi dengan chatbot Covid19.go.id untuk mengetahui perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, juga mencari rumah sakit rujukan.

Baru-baru ini Kominfo mengumumkan program beasiswa Digital Talent Scholarship tetap berlangsung di tengah pandemi virus corona.

Baca juga: Kominfo dukung gerakan Bangga Buatan Indonesia

Baca juga: Kominfo RI ajak masyarakat tebarkan pesan positif terkait COVID-19

Baca juga: Kominfo buka beasiswa DTS Online Academy 2020 gelombang kedua

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkominfo janji akan percepat digitalisasi TV

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar