Jonan: Pelaku bisnis sebisa mungkin jangan layoff karyawan

Jonan: Pelaku bisnis sebisa mungkin jangan layoff karyawan

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. (ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah)

...Kalau Anda ingin melakukan pemangkasan maka pangkas hal-hal lain terlebih dahulu selain sumber daya manusia, menurut saya kalau perlu jual gedung dibandingkan memberhentikan karyawan.
Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyarankan kepada para pelaku bisnis untuk sebisa mungkin tidak melakukan pemberhentian karyawan atau layoff di tengah pandemi Covid-19.

"Memberhentikan karyawan atau cutting people adalah pertimbangan paling terakhir. Kalau Anda ingin melakukan pemangkasan maka pangkas hal-hal lain terlebih dahulu selain sumber daya manusia, menurut saya kalau perlu jual gedung dibandingkan memberhentikan karyawan," ujar Jonan dalam seminar daring yang digelar Infobank di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Apindo sebut 30 juta pekerja properti terancam PHK akibat pandemi

Dia mengatakan bahwa daripada pelaku bisnis panik dengan mulai memberhentikan para pegawai, mulai merumahkan orang, tidak menggaji atau menggaji mereka hanya separuhnya, lebih baik mempertahankan pegawai-pegawai yang berhasil.

"Karena sekali kita memberhentikan karyawan kali ini, waktu (perekonomian) kembali itu belum tentu bisa kembali," katanya.

Mantan Menteri ESDM itu mengimbau para pelaku bisnis tidak panik dalam menghadapi Covid-19, mengingat kepanikan itu tidak menghasilkan apa-apa. Menurut Jonan, bisnisnya sendiri, teamworknya atau kekompakannya yang harus dibentuk.

"Makanya saya sarankan diusahakan semaksimal mungkin jangan melakukan pemberhentian karyawan atau PHK, karena kalau kita coba mulai melakukan pemberhentian karyawan ini nanti dampak sosialnya akan besar sekali.Dan kita juga tidak mengharapkan ada dampak lain setelah corona ini berakhir atau pada saat pandemi tersebut sedang berlangsung," katanya.

Baca juga: Jonan apresiasi regenerasi pimpinan KAI

Jonan mengatakan bahwa tidak mungkin pengusaha menyelamatkan perusahaan sendiri tanpa menolong dan membantu lingkungan sekitarnya, dan menurutnya ini merupakan suatu perspektif yang sangat penting.

"Di kita sendiri harus berpartisipasi, partisipasi cara yang terbaik adalah berusaha untuk tidak banyak penghentian karyawan atau PHK. Ini yang mestinya sekarang kita itu mulai membantu orang-orang yang sangat memerlukan di lingkungan kita dan sebagainya, jadi tidak hanya berharap kepada pemerintah semata," ujarnya.

Selain itu sosok yang pernah menjabat sebagai mantan Menteri Perhubungan tersebut mengungkapkan bahwa dalam menghadapi New Normal yang muncul pascapandemi Covid-19, para pelaku usaha harus mulai melakukan perubahan.

Baca juga: Bappenas: Pekerja dirumahkan dan PHK capai 2 juta-3,7 juta orang

"Makanya kita harus menghadapi New Normal, Kalau New Normal saran saya begini kita harus berubah. Ini yang menurut saya penting sekali," kata Jonan.

Ia menganjurkan kepada pengusaha untuk mulai berpikir membangun sesuatu yang baru, bukan bertahan dengan pola atau cara lama karena dunia diyakini akan berubah.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Nama Jonan & Susi disebut akan pimpin BUMN, ini tanggapan Erick Thohir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar