Jakarta (ANTARA News) - Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) Suhardiman mendukung Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi memimpin Golkar untuk lima tahun mendatang.

"Yuddy adalah figur generasi muda yang memiliki visi ke depan dan semangat untuk mengembangkan Partai Golkar," kata Suhardiman saat menerima kunjungan Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Jumat.

Soksi merupakan salah satu pendiri Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) tahun 1960-an. Sekber yang didirikan bersama Kosgoro dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) ini kemudian menjadi Golkar yang menjadi peserta pemilu sejak awal tahun 1970-an.

Suhardiman mengemukakan, Yuddy memiliki program kerja yang tepat untuk membangun kembali Partai Golkar yang pamornya menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Kekalahan Partai Golkar pada pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 2009, kata dia, karena kepengurusannya tidak solid serta tidak ada regenerasi sehingga terjadi jurang pemisah antara generasi tua dan generasi muda.

Program kerja Yuddy, kata dia, adalah upaya mengatasi kelemahan Partai Golkar saat ini, seperti regenerasi secara berkesinambungan, mengakomodasi seluruh kelompok serta memberikan kesempatan pada pengurus daerah memiliki sikap mandiri dalam menghadapi pilkada.

Menurut pendiri Soksi yang saat ini menjadi Ketua Dewan Penasihat Soksi, dirinya akan menyosialisasikan pada pengurus SOKSI di seluruh Indonesia untuk mendukung Yuddy Chrisnandi.

Ia juga meminta Yuddy untuk bersikap dan memposisikan diri secara tepat setelah kekalahan Partai Golkar pada pemilu legislatif dan pemilihan presiden/wakil presiden.

Sementara itu, Yuddy Chrisnandi merasa bahagia dan terharu atas dukungan Suhardiman.

Saran dan nasihat yang diberikan Suhardiman, kata Yuddy, akan menjadi masukan berharga dan menambah rasa percaya dirinya untuk tampil sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

Mengenai kandidat calon ketua umum Partai Golkar, yakni Aburizal Bakrie dan Surya Paloh, menurut Yuddy, dari segi usia dan pengalaman, keduanya lebih senior dan lebih banyak pengalaman.

Tapi dari aktivitas di kepengurusan DPP Partai Golkar, Yuddy lebih lama aktif. Yuddy aktif di Partai Golkar sejak sekitar 17 tahun lalu.

"Meskipun saya lebih yunior, tapi saya tetap optimistis untuk tampil sebagai ketua umum PG," katanya.

Semula, sesuai kalender yang sudah ditetapkan mengenai kepengurusan partai untuk lima tahun terakhir, Munas Partai Golkar direncanakan Desember 2009. Namun dengan kekalahan Jusuf Kalla (JK) sebagai capres pada Pilpres 8 Juli 2009, muncul wacana dari internal Golkar agar munas dipercepat dari Desember menjadi Oktober 2009.

Wacana waktu penyelenggaraan munas tersebut belum diputuskan. Partai Golkar telah menyelenggarakan Rakornas untuk menetapkan pelaksanaan rapimnas pada Agustus 2009. (*)

Pewarta: Luki Satrio
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009